STRATEGI DAKWAH ISLAM BERBASIS SHORT VIDEO : ANALISIS KONTEN PENYIARAN DIGITAL GUS IQDAM MUHAMMAD DI PLATFORM TIKTOK

Penulis

  • Sartika Dirham Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Ramsiah Tasruddin Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Kata Kunci:

Dakwah Digital, Tiktok, Strategi Dakwah, Pesan Dakwah, Gus Iqdam

Abstrak

Perkembangan media sosial telah mendorong perubahan pola dakwah Islam dari media konvensional menuju media digital, termasuk platform TikTok yang berbasis short video. Fenomena ini dimanfaatkan oleh Gus Iqdam Muhammad sebagai sarana penyebaran pesan-pesan dakwah kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi dakwah yang digunakan Gus Iqdam dalam konten short video TikTok serta mengidentifikasi bentuk pesan dakwah yang disampaikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi (content analysis) Klaus Krippendorff. Data penelitian diperoleh dari 10 video TikTok Gus Iqdam yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, kemudian dianalisis melalui proses coding, kategorisasi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Analisis dilakukan dengan menggunakan teori Strategi Dakwah Moh. Ali Aziz dan teori New Media Pierre Lévy.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi dakwah Gus Iqdam didominasi oleh penggunaan metode mau'izhah hasanah, storytelling, humor, dan motivasi keagamaan yang disampaikan dengan bahasa sederhana serta dekat dengan realitas kehidupan masyarakat. Selain itu, pemanfaatan TikTok sebagai media dakwah menunjukkan adanya adaptasi terhadap karakteristik media baru yang interaktif dan partisipatif. Bentuk pesan dakwah yang ditemukan terdiri atas pesan akidah, syariah, dan akhlak, dengan dominasi pesan akhlak sebesar 60%, akidah 30%, dan syariah 10%. Temuan ini menunjukkan bahwa dakwah Gus Iqdam lebih berorientasi pada pembinaan karakter dan perbaikan perilaku sosial masyarakat. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa efektivitas dakwah digital tidak hanya ditentukan oleh substansi pesan keagamaan, tetapi juga oleh kemampuan dai dalam mengemas pesan secara kontekstual dan menyesuaikannya dengan karakteristik media serta kebutuhan audiens digital.

The rapid development of social media has transformed Islamic preaching (da'wah) practices from conventional media to digital platforms, including TikTok, a short-video-based application. This phenomenon has been utilized by Gus Iqdam Muhammad as a medium for disseminating Islamic messages to a wider audience, particularly among younger generations. This study aims to analyze the da'wah strategies employed by Gus Iqdam in TikTok short-video content and to identify the forms of da'wah messages conveyed through the platform. The research adopts a qualitative approach using Klaus Krippendorff’s content analysis method. The data were collected from ten TikTok videos of Gus Iqdam selected through purposive sampling and analyzed through coding, categorization, interpretation, and conclusion drawing. The analysis is grounded in Moh. Ali Aziz’s Da'wah Strategy Theory and Pierre Lévy’s New Media Theory. The findings reveal that Gus Iqdam’s da'wah strategy is primarily characterized by the use of mau’izhah hasanah (good counsel), storytelling, humor, and religious motivation delivered through simple language closely connected to everyday social realities. Furthermore, the utilization of TikTok as a da'wah medium reflects an adaptation to the interactive and participatory characteristics of new media. The forms of da'wah messages identified in the analyzed content consist of aqidah (faith), syariah (Islamic law), and akhlak (morality), with moral messages being the most dominant (60%), followed by faith-related messages (30%) and Islamic law messages (10%). These findings indicate that Gus Iqdam’s digital da'wah is largely oriented toward character building and the improvement of social behavior within society. The study implies that the effectiveness of digital da'wah is determined not only by the substance of religious messages but also by the preacher’s ability to package and adapt those messages to the characteristics of digital media and the needs of contemporary audiences.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-30