PERUBAHAN MAKNA GELAR ADAT MELAYU JAMBI DI TENGAH DINAMIKA SOSIAL MODERN

Penulis

  • Zulfikar Aziz Rasyid Universitas Jambi
  • Denny Defrianti Universitas Jambi
  • Debi Alisa Putri Universitas Jambi
  • Yunita Diani Putri Universitas Jambi
  • Putri Andini Universitas Jambi
  • Rio Febrian Harlefa Universitas Jambi

Kata Kunci:

Gelar Adat, Perubahan Makna, Masyarakat Melayu Jambi, Kapitalisasi Simbolik

Abstrak

Penelitian ini mengkaji pergeseran makna dan fungsi gelar adat dalam masyarakat Melayu Jambi di tengah dinamika sosial modern. Latar belakang masalah berangkat dari fenomena transformasi gelar adat yang semula merupakan institusi otoritatif-sakral menjadi aset simbolis yang terkomodifikasi. Tujuan artikel adalah untuk menganalisis faktor-faktor pendorong perubahan serta implikasinya terhadap kelestarian budaya. Melalui metode penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis isi terhadap literatur yang relevan, kajian ini menemukan bahwa pergeseran nilai gelar adat terutama didorong oleh kapitalisasi ekonomi, birokratisasi negara, revolusi digital, dan mobilitas sosial. Implikasinya bersifat paradoksal: di satu sisi terjadi erosi otoritas dan pendangkalan makna, namun di sisi lain membuka ruang revitalisasi dan adaptasi kreatif. Simpulan penelitian menekankan bahwa keberlanjutan budaya bergantung pada kapasitas masyarakat adat dalam menyeimbangkan preservasi nilai-nilai inti dengan adaptasi yang relevan terhadap tuntutan zaman, sehingga gelar adat dapat tetap menjadi living tradition yang bermakna.

This study examines the shift in meaning and function of traditional titles in Jambi Malay society amid modern social dynamics. The background stems from the phenomenon of the transformation of these titles from a sacred-authoritative institution into a commodified symbolic asset. The article aims to analyze the driving factors of this change and its implications for cultural sustainability. Using a qualitative research method with a content analysis approach on relevant literature, the study finds that the shift in the value of traditional titles is primarily driven by economic capitalization, state bureaucratization, the digital revolution, and social mobility. The implications are paradoxical: on one hand, there is an erosion of authority and a shallowing of meaning, but on the other, it opens space for creative revitalization and adaptation. The research concludes that cultural sustainability depends on the capacity of the customary community to balance the preservation of core values with adaptation relevant to the demands of the times, so that traditional titles can remain a meaningful living tradition.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-30