ONTOLOGI MAKNA AL-QUR’AN: HAKIKAT DAN KEDUDUKAN TEKS ILAHI

Penulis

  • Tiara Sani Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Nurul Rahmadani Ahm Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Nasrullah Habar Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • La Ode Ismail Ahmad Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Kata Kunci:

Ontologi, Linguistik, Lafzi–Nafsi, Ẓāhir–Bāṭin

Abstrak

Penelitian ini membahas ontologi makna Al-Qur’an sebagai wahyu ilahi yang termanifestasi dalam bentuk teks linguistik berbahasa Arab. Al-Qur’an dipandang memiliki dua dimensi yang saling melengkapi, yaitu dimensi lahir yang dapat dianalisis secara gramatikal dan linguistik, serta dimensi batin yang bersifat metafisik dan spiritual. Kajian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan pendekatan filosofis-analitis untuk menelaah konsep-konsep kunci seperti wahyu, teks, kalam lafzi, kalam nafsi, makna ẓāhir–bāṭin, serta hubungan antar-ayat dan antar-surah (munāsabah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman terhadap Al-Qur’an membutuhkan perpaduan antara pembacaan tekstual dan refleksi spiritual yang mendalam agar makna wahyu tidak direduksi hanya pada bentuk bahasa, tetapi juga mencakup kedalaman makna metafisik dan petunjuk transendennya. Hal ini menegaskan bahwa Al-Qur’an merupakan teks suci yang kaya makna, dinamis, dan selalu terbuka untuk digali melalui kerangka metodologis yang integratif.

This study examines the ontology of the Qur'an's meaning as divine revelation manifested in the form of Arabic linguistic text. The Qur'an is viewed as possessing two complementary dimensions: the outward dimension, which can be analyzed through linguistic and grammatical methods, and the inward dimension, which is metaphysical and spiritual. This research employs library-based methods with a philosophical-analytical approach to explore key concepts such as revelation, text, kalām lafẓī, kalām nafsī, ẓāhir–bāṭin meaning, and inter-verse and inter-chapter coherence (munāsabah). The findings indicate that understanding the Qur'an requires integrating textual analysis with deep spiritual reflection so that the meaning of revelation is not reduced to linguistic form alone, but also encompasses its metaphysical depth and transcendent guidance. This highlights that the Qur'an is a sacred text rich in meaning, dynamic, and open to exploration through integrative methodological frameworks.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-30