ANALISIS KINERJA APARATUR TERHADAP KEPATUHAN STANDAR PELAYANAN PUBLIK DI PROVINSI DKI JAKARTA STUDI KASUS DINKES DAN DISKOMINFOTIK
Kata Kunci:
HR Governance, SERVQUAL, Public Service Delivery, JakCare, JAKIAbstrak
Penelitian ini menganalisis perbandingan manajemen sumber daya manusia (SDM) aparatur pada Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) serta Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta dalam mengelola aplikasi Jakarta Kini (JAKI), khususnya fitur JakCare, serta dampaknya terhadap kepatuhan standar pelayanan publik. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan kerangka SERVQUAL, hasil penelitian menunjukkan bahwa Diskominfotik unggul pada dimensi Tangibles, Reliability, dan Responsiveness berkat kompetensi teknologi yang kuat, namun lemah dalam pemahaman domain kesehatan. Sebaliknya, Dinkes memiliki kompetensi medis yang tinggi tetapi rendah dalam literasi digital, keterbukaan data, dan responsivitas. Faktor penghambat utama meliputi komunikasi antarinstansi yang buruk, kesenjangan kompetensi interdisipliner, serta rendahnya transparansi informasi kesehatan. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan lintas disiplin, penguatan kolaborasi institusional, serta reformasi keterbukaan data agar JAKI dapat menjadi super app yang inklusif dan akuntabel bagi seluruh warga Jakarta. Temuan ini memberikan bukti empiris pertama yang secara khusus membandingkan kinerja SDM dua dinas kunci dalam pengelolaan fitur kesehatan pada super app pemerintah daerah. Hasilnya dapat menjadi acuan kebijakan bagi provinsi lain dalam mempercepat transformasi e-government yang berbasis kolaborasi interdisipliner.




