EKSPLORASI SENYAWA BIOKIMIA LABU AIR (LAGENARIA SICERARIA) SERTA POTENSINYA DALAM PEMANFAATAN TRADISIONAL OLEH SUKU ANAK DALAM

Penulis

  • Abidal Yupi Alkautsar Universitas Adiwangsa Jambi
  • Ardi Mustakim Universitas Adiwangsa Jambi

Kata Kunci:

Labu Air, Lagenaria Siceraria, Senyawa Biokimia, Bioaktif, Suku Anak Dalam, Etnobotani

Abstrak

Labu air (Lagenaria siceraria) merupakan tanaman pangan dan obat tradisional yang diketahui mengandung berbagai senyawa biokimia penting, termasuk flavonoid, alkaloid, fenolik, triterpenoid, dan saponin. Senyawa-senyawa tersebut memiliki aktivitas biologis seperti antioksidan, antiinflamasi, antimikroba, dan penunjang kesehatan metabolik. Studi ini bertujuan mengeksplorasi kandungan senyawa bioaktif pada labu air serta mengkaji relevansi dan potensinya dalam konteks pemanfaatan tradisional oleh Suku Anak Dalam (SAD), komunitas etnis yang masih mempertahankan praktik pengobatan berbasis alam. Pendekatan etnobotani digunakan untuk menelusuri peran labu air dalam kehidupan sehari-hari SAD, sementara analisis literatur digunakan untuk memetakan profil biokimia tanaman ini. Hasil eksplorasi menunjukkan bahwa karakteristik biokimia labu air mendukung sejumlah praktik pengobatan alami yang diwariskan secara turun-temurun, terutama terkait perawatan kesehatan umum, penguatan tubuh, serta pengobatan penyakit ringan. Kajian ini menegaskan pentingnya integrasi pengetahuan tradisional dengan data ilmiah untuk mendukung konservasi budaya serta pemanfaatan berkelanjutan sumber daya hayati.

Lagenaria siceraria (bottle gourd) is a traditional food and medicinal plant known to contain various significant biochemical compounds, including flavonoids, alkaloids, phenolics, triterpenoids, and saponins. These compounds exhibit diverse biological activities such as antioxidant, anti-inflammatory, antimicrobial, and metabolic-support functions. This study aims to explore the biochemical constituents of L. siceraria and assess their relevance and potential application within the traditional practices of the Anak Dalam Tribe, an indigenous community that continues to rely heavily on natural medicinal resources. An ethnobotanical approach was used to investigate the plant’s traditional roles, supported by a literature-based biochemical analysis. Findings indicate that the biochemical profile of L. siceraria aligns with several traditional therapeutic uses practiced by the tribe, particularly those related to general health maintenance, body strengthening, and treatment of mild ailments. This study highlights the importance of integrating traditional knowledge with scientific evidence to promote cultural preservation and sustainable utilization of biological resources.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-30