ANALISIS MODEL TEORI RALPH TYLER DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA SOCIETY 5.0

Penulis

  • Mohamad Erihadiana Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
  • Eli Setia Mukti Sari Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
  • Nia Nurmalasari Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
  • Nursholehah Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Kata Kunci:

Ralph W. Tyler, Kurikulum, Pendidikan Agama Islam, Society 5.0

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi dan implementasi model teori Ralph W. Tyler dalam pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) di era Society 5.0. Teori Tyler yang terkenal dengan empat pertanyaan fundamental apa tujuan pendidikan yang ingin dicapai, pengalaman belajar apa yang dapat diberikan, bagaimana pengalaman tersebut diorganisasikan secara efektif, serta bagaimana evaluasi dilakukan menjadi kerangka konseptual yang sistematis dalam merancang kurikulum. Di tengah era Society 5.0 yang ditandai dengan integrasi teknologi digital, kecerdasan buatan, serta kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks, kurikulum PAI dituntut untuk tidak hanya fokus pada aspek kognitif, tetapi juga mampu menanamkan nilai spiritual, moral, dan etika Islam yang sejalan dengan perkembangan zaman. Analisis ini menunjukkan bahwa penerapan model Tyler dapat memperkuat arah kurikulum PAI agar lebih adaptif, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan global, tanpa kehilangan identitas keislaman. Dengan demikian, kurikulum PAI berbasis teori Tyler diharapkan mampu menghasilkan peserta didik yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, keterampilan digital, akhlak mulia, serta kemampuan kritis dan adaptif menghadapi perubahan sosial. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa model Tyler masih sangat relevan sebagai acuan dalam menyusun kurikulum PAI untuk menyiapkan generasi muslim yang berdaya saing, religius, dan berkarakter di era Society 5.0.

This study analyzes the application of Ralph W. Tyler’s curriculum theory in developing Islamic Religious Education (IRE) within the Society 5.0 era. Tyler’s four key components educational objectives, learning experiences, organization of experiences, and evaluation serve as a systematic and contextual foundation for curriculum design. In the context of Society 5.0, where artificial intelligence is integrated with human values, the IRE curriculum must emphasize not only cognitive development but also spirituality, moral character, and digital literacy. The analysis reveals that Tyler’s framework remains relevant in guiding IRE curriculum to address global challenges while preserving Islamic identity. Consequently, a curriculum based on Tyler’s model can foster learners who are religious, critical, adaptive, and competitive in facing the dynamics of contemporary society.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-30