ANALISIS HASIL PRAKTEK RIAS WAJAH PANGGUNG PENARI BALI PADA SISWA KELAS XI TATA KECANTIKAN DAN SPA SMK NEGERI 1 LUBUK PAKAM
Kata Kunci:
Hasil Praktik, Tata Rias Wajah Panggung, Penari Bali, SMK, Pendidikan VokasiAbstrak
Pembelajaran praktik merupakan bagian penting dalam pendidikan kejuruan, khususnya pada kompetensi tata rias wajah panggung. Penguasaan keterampilan praktik menjadi indikator keberhasilan peserta didik dalam mencapai kompetensi yang ditetapkan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hasil praktik rias wajah panggung penari Bali pada siswa kelas XI Tata Kecantikan dan SPA SMK Negeri 1 Lubuk Pakam. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan populasi sebanyak 30 siswa yang seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi yang dinilai oleh tiga orang pengamat, terdiri atas satu dosen ahli dan dua guru mata pelajaran tata rias. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif berdasarkan nilai rata-rata setiap indikator penilaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan praktik siswa berada pada kategori tinggi dengan rata-rata hasil di atas kriteria yang telah ditetapkan. Indikator pengaplikasian cundang memperoleh nilai rata-rata tertinggi, sedangkan indikator lainnya seperti foundation, pembentukan alis, eyeshadow, eyeliner, gecek, contour, dan kesesuaian warna juga menunjukkan kategori baik. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa sebagian besar peserta didik telah menguasai teknik dasar rias wajah panggung penari Bali, meskipun masih diperlukan peningkatan pada aspek ketelitian, kerapian, dan ketepatan aplikasi kosmetik agar hasil rias sesuai dengan karakteristik tata rias tradisional Bali.
Practical learning plays an essential role in vocational education, particularly in stage makeup competencies. Practical skills mastery serves as an indicator of students' achievement of the expected competencies. This study aimed to analyze the results of Balinese stage makeup practice among Grade XI Beauty and Spa students at SMK Negeri 1 Lubuk Pakam. A descriptive quantitative method was employed involving 30 students selected using a total sampling technique. Data were collected through observation sheets assessed by three evaluators consisting of one expert lecturer and two beauty education teachers. Data were analyzed using descriptive statistics based on the mean score of each assessment indicator. The findings revealed that students' practical competence was categorized as high. The highest achievement was found in the cundang application indicator, while foundation application, eyebrow formation, eyeshadow blending, eyeliner application, gecek placement, contouring, and color suitability were also categorized as good. These findings indicate that most students have mastered the fundamental techniques of Balinese stage makeup, although improvements are still required in precision, neatness, and cosmetic application techniques to achieve optimal stage makeup performance.




