PENDIDIKAN NILAI PANCASILA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PERILAKU INTOLERAN DI KALANGAN REMAJA
Kata Kunci:
Perilaku Intoleran, Pendidikan Pancasila, Sikap Toleransi, Remaja IndonesiaAbstrak
Perilaku intoleran di kalangan remaja menjadi isu yang semakin mengemuka dalam konteks masyarakat Indonesia yang multikultural. Pendidikan nilai Pancasila dipandang sebagai strategi preventif yang penting untuk memperkuat sikap toleran, inklusif, dan moderat pada generasi muda. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pendidikan nilai Pancasila sebagai upaya pencegahan perilaku intoleran melalui sintesis literatur penelitian empiris dan konseptual yang dipublikasikan pada periode 2019–2025. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan systematic narrative review, melibatkan seleksi artikel dari database nasional dan internasional (SINTA, Scopus, Google Scholar, DOAJ) serta laporan lembaga resmi seperti SETARA Institute. Hasil sintesis menunjukkan bahwa intervensi pembelajaran Pancasila yang bersifat aktif partisipatif seperti Value Clarification Technique, dialog antar-kelompok, dan project-based learning secara konsisten meningkatkan indikator kognitif, afektif, dan konatif terkait toleransi. Integrasi nilai Pancasila dalam kultur sekolah dan kegiatan pengalaman nyata terbukti memperkuat perubahan sikap remaja. Peran guru sebagai teladan serta literasi digital sebagai penyeimbang paparan informasi intoleran juga menjadi faktor kunci. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan nilai Pancasila memiliki potensi preventif yang kuat terhadap perilaku intoleran apabila diimplementasikan secara sistemik, kontekstual, dan didukung kapasitas guru serta lingkungan sekolah yang inklusif. Temuan ini memberikan rekomendasi bagi pengembang kurikulum dan pembuat kebijakan untuk memperkuat desain pembelajaran nilai yang berbasis bukti dan responsif terhadap dinamika sosial-digital remaja.




