PERAN MUDA MUDI INDONESIA DALAM MEMOTORI LAHIRNYA ORGANISASI SOSIAL PADA MASA HINDIA BELANDA
Kata Kunci:
Pemuda, Organisasi Sosial, PergerakanAbstrak
Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui Peran Pemuda Indonesia pada masa pergerakan nasional Indonesia atas lahirnya oraganisasi organisasi Sosial pada masa penjajahan Belanda. Pemuda merupakan golongan masyarakat berusia muda yang mempunyai potensi tinggi, berani bertindak, optimis, berpendirian teguh dan semangat yang besar untuk bergerak dan berubah hingga memberi peranan bagi integritas bangsa yang terjadi pada tahun 1908-1928. Dilihat dari aspek sejarah bangsa Indonesia, peran yang dilakukan pemuda terhadap perubahan bangsa Indonesia pada masa kolonial Belanda. Berawal dari kebangkitan nasional yang menandakan mulai tumbuhnya rasa nasionalisme, sumpah pemuda yang menjadi dasar persatuan Indonesia, kemerdekaan republik Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah dengan tahapan tahapan nya, yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan Historiografi. Hasil analisisnya meliputi Peranan Pemuda dalam Lahirnya Organisasi Organisasi Sosial Seperti Budi Utomo dan Sarekat Islam.
The purpose of this research is to find out the role of Indonesian youth during the Indonesian national movement for the birth of social organizations during the Dutch colonial period. Youth is a group of young people who have high potential, dare to act, are optimistic, have a firm stance and a great spirit to move and change to play a role in the integrity of the nation that occurred in 1908-1928. Judging from the historical aspects of the Indonesian nation, the role played by youth in changing the Indonesian nation during the Dutch colonial period. Starting from the national awakening which signaled the beginning of the growth of nationalism, the youth oath which became the basis of Indonesian unity, the independence of the Indonesian republic. The method used in this research is the historical research method with its stages, namely heuristics, criticism, interpretation, and Historiography. The results of the analysis include the role of youth in the birth of social organizations such as Budi Utomo and Sarekat Islam.




