STRATEGI PROFETIK GURU PAK DALAM MENUMBUHKAN SPIRITUALITAS ANAK: PENDAMPINGAN KONTEKSTUAL DI SDN 22 PALO BELANTIAN
Kata Kunci:
Strategi Profetik, Spritual Anak, Pendampingan Kontekstual, Karakter KristianiAbstrak
Pengabdian kepada Masyarakat ini berlangsung pada 11-15 Agustus 2025 di SDN 22 Palo Belantian, Kalimantan Barat sebagai respons terhadap kebutuhan untuk menumbuhkan spiritualitas anak melalui strategi profetik Pendidikan Agama Kristen (PAK) dengan pendekatan pendampingan kontekstual. Pengabdi merancang program untuk memperkenalkan dan menerapkan metode profetik yang menekankan bimbingan langsung, pengalaman iman, serta kreativitas kontekstual seperti drama Alkitab, permainan edukatif, dan mentoring pribadi. Pengabdi melaksanakan kegiatan dengan lima tahap, yaitu tahap persiapan, sosialisasi, implementasi, evaluasi, dan tindak lanjud atau berkelanjutan. Pengabdi menghadirkan kebaruan dengan mengintegrasikan pendekatan profetik dan kebutuhan nyata anak di sekolah dasar sehingga pendidikan iman tidak hanya mengasah ranah kognitif, tetapi juga membentuk ranah afektif dan praktis. Program ini menghasilkan peningkatan signifikan pada ekspresi iman, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemampuan anak untuk menghidupi nilai-nilai kristiani dalam keseharian. Anak-anak menunjukkan sikap saling mengasihi, kepekaan sosial, dan keberanian mengungkapkan iman mereka di lingkungan sekolah maupun keluarga. Melalui strategi profetik yang kontekstual dan transformatif, pengabdi berhasil menjembatani kebutuhan pendidikan akademik dengan pembentukan karakter rohani yang relevan dengan tantangan zaman.
This community service took place on August 11-15, 2025, at SDN 22 Palo Belantian, West Kalimantan, in response to the need to nurture children's spirituality through prophetic strategies in Christian Religious Education (PAK) with a contextual mentoring approach. The volunteers designed a program to introduce and apply prophetic methods that emphasize direct guidance, faith experiences, and contextual creativity such as Bible dramas, educational games, and personal mentoring. The volunteers carried out the activities in five stages, namely preparation, socialization, implementation, evaluation, and follow-up or sustainability. The volunteers brought innovation by integrating a prophetic approach with the real needs of children in elementary school so that faith education not only sharpened the cognitive realm but also shaped the affective and practical realms. This program resulted in a significant increase in the children's expression of faith, discipline, responsibility, and ability to live out Christian values in their daily lives. Children show mutual love, social sensitivity, and the courage to express their faith in school and family environments. Through contextual and transformative prophetic strategies, the servant successfully bridges the needs of academic education with the formation of spiritual character relevant to the challenges of the times.




