GAMBARAN SELF PRESENTATION PENGGUNA MEDIA SOSIAL PADA DEWASA AWAL YANG MEMILIKI KECENDERUNGAN GANGGUAN KEPRIBADIAN NARSISTIK DI KOTA KUPANG
Kata Kunci:
Self Presentation, Narsistik, Dewasa Awal, Media Sosial, KualitatifAbstrak
Perkembangan media sosial membuka ruang bagi individu untuk membangun dan menampilkan citra diri (self presentation), terutama pada dewasa awal yang berada pada fase pencarian identitas. Pada individu dengan kecenderungan gangguan kepribadian narsistik, perilaku ini cenderung menjadi lebih intens dan digunakan sebagai strategi untuk memperoleh validasi serta pengakuan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran self presentation pengguna media sosial pada dewasa awal yang memiliki kecenderungan gangguan kepribadian narsistik di Kota Kupang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara semi terstruktur terhadap enam partisipan, terdiri atas lima subjek kunci berusia 20–23 tahun dan satu partisipan pendukung, yang dipilih melalui purposive sampling berdasarkan hasil skrining kecenderungan gangguan kepribadian narsistik. Data dianalisis menggunakan analisis tematik Braun dan Clarke, serta diuji keabsahannya melalui audit trail, member checking, dan triangulasi sumber. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga tema utama, yaitu (1) latar belakang self presentation yang meliputi kebutuhan validasi sosial, keinginan memperoleh pujian, dan pencarian identitas diri pada masa dewasa awal; (2) penampilan citra diri yang diwujudkan melalui penonjolan prestasi, pengelolaan penampilan fisik atau body image, dan pengelolaan citra diri secara menyeluruh; serta (3) makna self presentation sebagai sarana membangun citra diri, memperoleh penerimaan sosial, bentuk aktualisasi diri, sekaligus memiliki dampak positif dan negatif. Temuan menunjukkan bahwa self presentation pada partisipan bersifat ambivalen, yaitu memberikan manfaat psikologis berupa peningkatan kepercayaan diri dan perluasan relasi sosial, namun juga berisiko menimbulkan ketergantungan terhadap validasi sosial, kecemasan mempertahankan citra diri, serta kecenderungan membanding-bandingkan diri dengan orang lain. Penelitian ini memperkuat kerangka dramaturgi Goffman dan memberikan kontribusi pemahaman mengenai dinamika psikologis self presentation pada dewasa awal dengan kecenderungan narsistik.
The growth of social media has opened space for individuals to build and display self-image, or self presentation, particularly among early adults who are still in the process of forming their identity. In individuals with narcissistic personality disorder tendencies, this behavior tends to become more intense and is used as a strategy to obtain social validation and recognition. This study aimed to describe the self presentation of social media users among early adults with narcissistic personality disorder tendencies in Kupang City. The study used a descriptive qualitative approach with semi-structured interviews involving six participants, consisting of five key subjects aged 20–23 years and one supporting participant, selected through purposive sampling based on the results of narcissistic tendency screening. Data were analyzed using Braun and Clarke's thematic analysis and validated through audit trail, member checking, and source triangulation. The results identified three main themes: (1) the background of self presentation, covering the need for social validation, the desire for praise, and the search for identity in early adulthood; (2) the display of self-image, realized through highlighting achievements, managing physical appearance or body image, and overall self-image management; and (3) the meaning of self presentation as a means of building self-image, gaining social acceptance, a form of self-actualization, and having both positive and negative impacts. The findings show that self presentation among participants is ambivalent, providing psychological benefits such as increased self-confidence and expanded social relationships, while also carrying the risk of dependence on social validation, anxiety in maintaining self-image, and a tendency toward excessive social comparison. This study reinforces Goffman's dramaturgical framework and contributes to the understanding of the psychological dynamics of self presentation in early adulthood with narcissistic tendencies




