ANALISIS KOMUNIKASI ORGANISASI DEWAN KEMAKMURAN MASJID (DKM) DALAM PENGELOLAAN KUNJUNGAN WISATAWAN RELIGI DAN RELASI DENGAN MASYARAKAT SEKITAR
(Studi Kasus Masjid Al-Istiqlaliyyah Cilongok, Kabupaten Tangerang)
Kata Kunci:
Komunikasi Organisasi, Dewan Kemakmuran Masjid (Dkm), Wisata Religi, Pengelolaan Kunjungan, Teori Kendali OrganisasiAbstrak
Meningkatnya kunjungan wisatawan religi di Masjid Al-Istiqlaliyyah Cilongok, Kabupaten Tangerang, menghadirkan tantangan tersendiri bagi pengelola masjid dalam menjaga ketertiban, kenyamanan, serta kesakralan tempat ibadah. Penelitian ini bertujuan menganalisis komunikasi organisasi yang dijalankan oleh Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dalam mengelola kunjungan wisatawan religi serta perannya dalam membangun relasi dengan masyarakat sekitar. Penelitian menggunakan paradigma konstruktivisme dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi terhadap pengurus DKM, tokoh masyarakat, pelaku UMKM, dan wisatawan religi. Analisis data menggunakan Teori Kendali Organisasi Tompkins dan Cheney yang meliputi kendali sederhana, kendali teknis, kendali birokrasi, dan kendali konsertif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DKM mengintegrasikan keempat mekanisme kendali organisasi secara sinergis melalui arahan langsung, pemanfaatan sarana pendukung, penerapan aturan formal, serta internalisasi nilai-nilai religius yang diwariskan oleh tokoh spiritual masjid yang telah wafat. Komunikasi dengan masyarakat sekitar, termasuk tokoh masyarakat dan pelaku UMKM, berlangsung secara partisipatif, terbuka, dan berbasis musyawarah sehingga memperkuat hubungan antara pengelola masjid, masyarakat, dan pelaku ekonomi lokal. Temuan ini menegaskan bahwa komunikasi organisasi berperan penting dalam menciptakan pengelolaan wisata religi yang tertib, aman, dan kondusif tanpa mengabaikan fungsi utama masjid sebagai tempat ibadah, sekaligus memperluas relevansi Teori Kendali Organisasi pada konteks pengelolaan wisata religi berbasis masjid di Indonesia.
The rising number of religious tourists visiting Al-Istiqlaliyyah Mosque in Cilongok, Tangerang Regency, has created new challenges for mosque management in maintaining order, comfort, and the sanctity of the site as a place of worship. This study aims to analyze the organizational communication carried out by the Mosque Prosperity Council (Dewan Kemakmuran Masjid/DKM) in managing religious tourist visits and its role in building relationships with the surrounding community. The research applies a constructivist paradigm through a descriptive qualitative approach and a case study method. Data were collected through in-depth interviews, direct observation, and documentation involving DKM administrators, a local community leader, an MSME trader, and religious visitors. Data were analyzed using Tompkins and Cheney's Organizational Control Theory, encompassing simple, technical, bureaucratic, and concertive control. The findings show that DKM integrates these four control mechanisms synergistically through direct guidance, supporting facilities, formal regulation, and the internalization of religious values inherited from the mosque's late spiritual figure. Communication with the surrounding community, including local leaders and MSME traders, is carried out participatively, openly, and deliberatively, strengthening the relationship between the mosque, the community, and local economic actors. These findings confirm that organizational communication plays a decisive role in producing orderly, safe, and conducive religious tourism management while preserving the mosque's primary function as a place of worship, and they extend the applicability of Organizational Control Theory to religious-based tourism management in Indonesia




