HUBUNGAN PERILAKU KONSUMSI NUTRISI DENGAN STATUS ANEMIA PADA IBU HAMIL DI WILAYAH PUSKESMAS KENCONG JEMBER
Kata Kunci:
Perilaku Konsumsi Nutrisi, Status Anemia, Ibu Hamil, HemoglobinAbstrak
Pendahuluan: Anemia pada ibu hamil masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang dapat meningkatkan risiko komplikasi selama kehamilan dan persalinan. Salah satu faktor yang berperan dalam kejadian anemia adalah perilaku konsumsi nutrisi, meliputi pemenuhan asupan makanan bergizi, konsumsi tablet Fe, serta kebiasaan yang memengaruhi penyerapan zat besi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan perilaku konsumsi nutrisi dengan status anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kencong Kabupaten Jember. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 134 ibu hamil, dengan sampel sebanyak 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Perilaku konsumsi nutrisi diukur menggunakan kuesioner, sedangkan status anemia diperoleh berdasarkan hasil pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) yang tercatat pada Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki perilaku konsumsi nutrisi patuh sebanyak 68 responden (68,0%) dan tidak mengalami anemia sebanyak 64 responden (64,0%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku konsumsi nutrisi dengan status anemia pada ibu hamil (p-value = 0,045). Diskusi: Terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku konsumsi nutrisi dengan status anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kencong Kabupaten Jember. Ibu hamil dengan perilaku konsumsi nutrisi yang patuh cenderung memiliki status hemoglobin yang normal dibandingkan ibu hamil dengan perilaku konsumsi nutrisi yang tidak patuh.
Background: Anemia among pregnant women remains a major public health problem that increases the risk of complications during pregnancy and childbirth. One of the factors associated with anemia is nutritional consumption behavior, including adequate intake of nutritious foods, adherence to iron (Fe) tablet supplementation, and dietary habits that influence iron absorption. This study aimed to analyze the relationship between nutritional consumption behavior and anemia status among pregnant women in the working area of the Kencong Public Health Center, Jember Regency. Methods: This study employed a quantitative research design with a cross-sectional approach. The study population consisted of 134 pregnant women, with a sample of 100 respondents selected using a purposive sampling technique. Nutritional consumption behavior was measured using a structured questionnaire, while anemia status was determined based on hemoglobin (Hb) examination results recorded in the Maternal and Child Health (MCH) Handbook. Data were analyzed using the Chi-Square test with a significance level of α = 0.05. Results: The findings revealed that the majority of respondents demonstrated good nutritional consumption behavior (68.0%) and were not anemic (64.0%). The Chi-Square test showed a significant relationship between nutritional consumption behavior and anemia status among pregnant women (p = 0.045). Discussion: There was a significant relationship between nutritional consumption behavior and anemia status among pregnant women in the working area of the Kencong Public Health Center, Jember Regency. Pregnant women who demonstrated good nutritional consumption behavior were more likely to have normal hemoglobin status than those with poor nutritional consumption behavior.




