KOMUNIKASI PARTISIPATIF SISWA DALAM PENERAPAN NILAI-NILAI ADIWIYATA MELALUI PENGELOLAAN SAMPAH DI SEKOLAH DASAR
(Studi Kasus Sekolah Adiwiyata Nasional SDN Rajeg V)
Kata Kunci:
Komunikasi Partisipatif, Program Adiwiyata, Pengelolaan Sampah, Participatory Action Research, Sekolah SehatAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan nilai-nilai Adiwiyata dalam pengelolaan sampah dan menganalisis proses komunikasi partisipatif siswa pada sebuah sekolah dasar berstatus Sekolah Adiwiyata Nasional di Kabupaten Tangerang, Banten. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus dan paradigma konstruktivisme. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi non-partisipan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dalam kerangka Participatory Action Research (PAR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai peduli lingkungan, tanggung jawab, disiplin, dan kerja sama telah terinternalisasi dalam perilaku siswa melalui mekanisme pembiasaan harian yang konsisten. Proses komunikasi partisipatif berlangsung pada keempat tahap siklus PAR dengan kedalaman yang bervariasi: partisipasi siswa paling kuat pada tahap tindakan, sedangkan tahap perencanaan masih cenderung diarahkan oleh guru. Temuan khas penelitian ini adalah munculnya refleksi horizontal antarsiswa yang mengindikasikan tumbuhnya kesadaran kritis kolektif secara organik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi partisipatif berbasis PAR efektif menjadi mekanisme yang menjembatani program Adiwiyata dengan perubahan perilaku siswa yang berkelanjutan, sekaligus menegaskan perlunya penguatan pada tahap perencanaan dan observasi.
This study aims to describe the implementation of Adiwiyata values in waste management and to analyze the process of students’ participatory communication at a nationally recognized Adiwiyata elementary school in Tangerang Regency, Banten. A qualitative case study approach grounded in the constructivist paradigm was employed. Data were collected through semi-structured in-depth interviews, non-participant observation, and documentation, and were analyzed using the Miles and Huberman interactive model within the framework of Participatory Action Research (PAR). The findings show that environmental care, responsibility, discipline, and cooperation have been internalized into students’ daily behavior through consistent habituation practices. Participatory communication occurred across all four stages of the PAR cycle with varying depth: student participation was strongest at the acting stage, while the planning stage remained largely teacher-directed. A distinctive finding is the emergence of horizontal reflection among students, indicating an organically developing collective critical consciousness. The study concludes that PAR-based participatory communication functions effectively as a mechanism bridging the Adiwiyata program with sustained behavioral change, while also pointing to the need to strengthen the planning and observing stages.




