MELAMPAUI KURIKULUM FORMAL RELASI GURU-SISWA SEBAGAI KURIKULUM HIDUP DALAM PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DI SEKOLAH DASAR

Penulis

  • Norina Liranti Pellokila Institut Agama Kristen Negeri Kupang
  • Maria Indriani Sesfao Institut Agama Kristen Negeri Kupang
  • Dysna Laqamuriandy Snae Institut Agama Kristen Negeri Kupang

Kata Kunci:

Pendidikan Agama Kristen, Relasi Guru–Siswa, Kurikulum Hidup, Sekolah Dasar, Pendidikan Karakter

Abstrak

Pendidikan Agama Kristen (PAK) di sekolah dasar memiliki peran strategis dalam membangun dasar iman, moral, dan karakter peserta didik sejak usia dini. Namun, praktik PAK kerap terjebak pada pemahaman kurikulum yang sempit sebagai seperangkat dokumen formal, sehingga dimensi relasional dan spiritual dalam proses pembelajaran kurang mendapat perhatian. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara konseptual relasi guru–siswa sebagai kurikulum hidup dalam Pendidikan Agama Kristen di sekolah dasar, serta menguraikan implikasi pedagogisnya bagi peran dan profesionalisme guru PAK. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) yang bersifat deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui kajian kritis terhadap literatur berupa buku teks akademik, artikel jurnal nasional dan internasional, serta dokumen kebijakan pendidikan yang relevan dengan kurikulum, relasi pedagogis, dan pendidikan Kristen. Hasil kajian menunjukkan bahwa relasi guru–siswa merupakan ruang utama pembentukan iman dan karakter yang bersifat transformatif, melampaui keterbatasan kurikulum formal. Kurikulum hidup yang terwujud dalam relasi pedagogis memungkinkan nilai-nilai Kristiani diinternalisasikan secara autentik melalui keteladanan, kehadiran, dan interaksi sehari-hari guru dengan siswa. Selain itu, pendekatan relasional ini relevan untuk menjawab tantangan pendidikan karakter dan krisis nilai di tengah perkembangan sosial-budaya dan teknologi digital. Artikel ini menyimpulkan bahwa penguatan dimensi relasional dalam PAK merupakan kebutuhan mendesak agar pendidikan iman di sekolah dasar tidak tereduksi menjadi aktivitas instruksional semata, melainkan menjadi proses pembelajaran hidup yang bermakna, kontekstual, dan berkelanjutan.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-30