EVALUASI PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR: TANTANGAN DAN SOLUSI

Penulis

  • Luqman Kurniandrawan Nurhakim Universitas Muhammadiyah Tangerang
  • Restika Septiani Gulo Universitas Muhammadiyah Tangerang
  • Shilla Safitri Universitas Muhammadiyah Tangerang
  • Erdhita Oktrifianty Universitas Muhammadiyah Tangerang

Kata Kunci:

Evaluasi Pembelajaran, Sekolah Dasar, Tantangan Asesmen, Solusi Teknologi, Pendidikan Anak Usia Dini

Abstrak

Evaluasi pembelajaran di sekolah dasar memainkan peran krusial dalam mengukur pencapaian siswa dan meningkatkan kualitas pendidikan, namun seringkali dihadapkan pada berbagai tantangan. Penelitian ini menganalisis hambatan utama seperti kurangnya pelatihan guru dalam metode asesmen autentik, keterbatasan sumber daya teknologi, beban administratif yang berlebih, serta ketidaksesuaian instrumen evaluasi dengan karakteristik perkembangan anak usia dini. Melalui pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan sampel 200 guru dan 500 siswa dari 10 sekolah dasar di Indonesia, ditemukan bahwa tantangan ini menyebabkan evaluasi yang kurang efektif dan berorientasi pada hafalan semata. Sebagai solusi, penelitian mengusulkan integrasi teknologi digital seperti platform asesmen berbasis AI, pelatihan berkelanjutan bagi guru, pengembangan rubrik evaluasi holistik yang berfokus pada kompetensi abad 21, serta kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah. Implementasi solusi ini terbukti meningkatkan akurasi evaluasi hingga 35% dan kepuasan siswa secara signifikan. Temuan ini memberikan rekomendasi praktis bagi pemangku kepentingan pendidikan untuk menciptakan sistem evaluasi yang lebih adil, inklusif, dan berorientasi pada pembelajaran berkelanjutan.

Learning evaluation in elementary schools plays a crucial role in measuring student achievement and improving the quality of education, but often faces various challenges. This study analyzes key barriers, including a lack of teacher training in authentic assessment methods, limited technological resources, excessive administrative burdens, and the inconsistency of evaluation instruments with the developmental characteristics of early childhood. Through qualitative and quantitative approaches with a sample of 200 teachers and 500 students from 10 elementary schools in Indonesia, it was found that these challenges lead to ineffective evaluations that are oriented towards memorization. As solutions, the study proposes the integration of digital technologies such as AI-based assessment platforms, ongoing teacher training, the development of holistic evaluation rubrics focused on 21st-century competencies, and collaboration between schools, parents, and the government. Implementation of these solutions has been shown to significantly increase evaluation accuracy by up to 35% and student satisfaction. These findings provide practical recommendations for education stakeholders to create a more equitable, inclusive, and learning-oriented evaluation system.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-30