HUBUNGAN DUKUNGAN ORANG TUA DENGAN TINGKAT KECEMASAN ANAK USIA SEKOLAH PASCA ERUPSI GUNUNG SEMERU DI DESA SUMBERWULUH LUMAJANG

Penulis

  • Oktavia Eka Mardiyana Universitas Muhammadiyah Jember
  • Yeni Suryaningsih Universitas Muhammadiyah Jember
  • Mad Zaini Universitas Muhammadiyah Jember

Kata Kunci:

Kecemasan, Dukungan, Usia

Abstrak

Kecemasan merupakan kesadaran kognitif terhadap adanya ancaman, yang memacu respon fisiologis dan psikologis pada anak. Pada anak usia sekolah dan remaja, respon kecemasan ditunjukkan secara verbal dengan mengungkapkan perasaan cemas dan khawatir. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan dukungan orang tua dengan tingkat kecemasan anak usia sekolah pasca erupsi gunung Semeru. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan endekatan crossectional. Populasi pada penelitian ini anak usia 7-12 tahun dengan jumlah sampel sebanyak 92 responden. Menggunakan teknik purposive sampling. Data yang terkumpul dianalisis dengan uji chi-square. Hasil pada penelitian ini menghasilkan data dengan analisis uji chi-square dengan hasil p value .000 (<0.005) dikatakan ada hubungan antara dukungan orang tua dengan tingkat kecemasan anak usia sekolah pasca erupsi gunung Semeru.

Anxiety is cognitive awareness of a threat, which spurs physiological and psychological responses in children. In school-age children and adolescents, the anxiety response is verbally expressed by expressing feelings of anxiety and worry. The purpose of the study was to determine the relationship between parental support and the level of anxiety of school-age children after the eruption of Mount Semeru. This study used quantitative research with a crossectional approach. The population in this study was children aged 7-12 years with a sample of 92 respondents. Using purposive sampling techniques. The collected data was analyzed with a chi-square test. The results of this study produced data with chi-square test analysis with p value results of .000 (<0.005) said there was a relationship between parental support and the level of anxiety of school-age children after the eruption of Mount Semeru.

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-08