ANALISIS KESALAHAN EJAAN DAN DIKSI BAHASA INDONESIA PADA TEKS KOMENTAR TIKTOK SEBAGAI UPAYA PEMBINAAN BAHASA

Penulis

  • Dimas Ade Nugraha Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
  • Hafiza Fadhilah Nasution Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
  • Charles Butar- Butar Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Kata Kunci:

Kesalahan Berbahasa, Ejaan, Diksi, Tiktok, Pembinaan Bahasa

Abstrak

Media sosial TikTok merupakan ruang publik digital yang banyak digunakan masyarakat Indonesia untuk berinteraksi menggunakan bahasa Indonesia. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa Indonesia di media sosial masih banyak mengandung penyimpangan dari kaidah kebahasaan, terutama pada aspek ejaan dan diksi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kesalahan ejaan dan diksi bahasa Indonesia pada teks komentar TikTok serta mengkaji implikasinya sebagai upaya pembinaan bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa teks komentar TikTok yang mengandung kesalahan ejaan dan diksi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui tahap identifikasi, klasifikasi, analisis, dan penarikan simpulan berdasarkan kaidah PUEBI dan KBBI. Hasil dari penelitian ditemukan 50 data dengan 15 data yang akan dianalisis diantaranya  10 data mengandung kesalahan ejaan dan 5 data mengandung kesalahan diksi. Hal ini menunjukkan bahwa kesalahan ejaan dan diksi masih dominan ditemukan dalam komentar TikTok. Temuan ini menegaskan bahwa analisis kesalahan berbahasa memiliki peran strategis sebagai dasar pembinaan bahasa Indonesia di ruang publik digital.

The social media platform TikTok is a digital public space widely used by Indonesians to interact in Indonesian. Various studies show that the use of Indonesian on social media still contains many deviations from linguistic rules, especially in terms of spelling and diction. This study aims to describe the forms of spelling and diction errors in Indonesian in TikTok comment texts and to examine their implications as an effort to develop the Indonesian language. This study uses a qualitative approach with a descriptive method. The research data consists of TikTok comment texts that contain spelling and diction errors. Data collection techniques were carried out through documentation, while data analysis was carried out through the stages of identification, classification, analysis, and conclusion drawing based on PUEBI and KBBI rules. The results of the study show that spelling and diction errors are still predominantly found in TikTok comments. These findings confirm that language error analysis has a strategic role as the basis for Indonesian language development in the digital public sphere.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-30