PERADABAN PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA TURKI USTMANI

Penulis

  • Haifa Ratna Wiyanti Pascasarjana Universitas Ibrahimy
  • Siti Aisah Pascasarjana Universitas Ibrahimy

Kata Kunci:

Peradaban, Pendidikan Islam, Turki Ustmani

Abstrak

Pendidikan Islam pada masa Turki Utsmani termasuk bagian penting dalam pembentukan peradaban Islam yang berlangsung sejak abad ke-14 hingga awal abad ke-20. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan pendidikan Islam, sistem pembelajaran, peran tokoh-tokoh pendidikan, serta fungsi madrasah pada masa Kekaisaran Turki Utsmani. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dengan pendekatan historis-deskriptif melalui analisis sumber-sumber literatur yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pada periode pertengahan, pendidikan Islam cenderung stagnan karena dominasi metode hafalan, sikap taqlid, dan fokus kerajaan pada bidang militer. Madrasah berfungsi sebagai lembaga pendidikan agama, pusat kaderisasi ulama dan pejabat, serta wadah aktivitas sufistik. Memasuki abad ke-19, terutama pada masa Sultan Mahmud II, dilakukan reformasi pendidikan dengan memasukkan ilmu pengetahuan umum, membangun sekolah-sekolah modern, dan menerapkan sistem pendidikan Barat. Reformasi ini menandai transformasi penting dalam pendidikan Islam Utsmani menuju pendidikan yang lebih adaptif terhadap perubahan sosial dan modernisasi.

Islamic education during the Ottoman Empire was an important part of the formation of Islamic civilization, which lasted from the 14th century to the early 20th century. This study aims to analyze the development of Islamic education, the learning system, the role of educational figures, and the function of madrasas during the Ottoman Empire. The method used is a literature review with a historical-descriptive approach through the analysis of relevant literary sources. The results of the study show that in the middle period, Islamic education tended to be stagnant due to the dominance of memorization methods, taqlid attitudes, and the kingdom's focus on the military. Madrasahs functioned as religious educational institutions, centers for the training of scholars and officials, and venues for Sufi activities. Entering the 19th century, especially during the reign of Sultan Mahmud II, educational reforms were carried out by incorporating general knowledge, building modern schools, and implementing Western education systems. These reforms marked an important transformation in Ottoman Islamic education towards education that was more adaptive to social change and modernization.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-30