PRAGMATISME DALAM PENDIDKAN AGAMA KRISTEN: ANALISIS BERDASARKAN PERSPEKTIF ALKITAB
Kata Kunci:
Pragmatisme, Pendidikan Agama Kristen, Filsafat Pendidikan, AlkitabAbstrak
Pragmatisme adalah aliran filsafat yang menilai suatu kebenaran berdasarkan kegunaan dan manfaat praktisnya dalam kehidupan nyata manusia. Aliran ini berkembang pesat dalam dunia pendidikan modern yang menekankan pada pengalaman langsung, pemecahan masalah, serta keterlibatan aktif pesertwa didik dalam proses belajar. Artikel ini memiliki tujuan untuk menganalisis konsep dasar pragmatisme, implementasinya dalam pendidikan, serta menelaah relevansinya dalam pendidikan agama kristen berdasarkan perspektif alkitab. Pragmatisme memberikan kontribusi positif dalam pembelajaran PAK, khususnya dalam pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman, pembelajaran aktif dan pengembangan keterampilan berpikir kritis. Dalam perspektif alkitab, kebenaran tidak ditentukan dari manfaat praktis, melainkan berakar pada firman Allah yang bersifat mutlak dan kekal. Oleh karena itu, penerapan pragmatisme dalam pendidikan agama Kristen perlu dilakukan secara selektif dan kritis agar tidak bertentangan dengan nilai-nilai iman Kristen.
Pragmatism is a philosophical school of thought that assesses truth based on its practical usefulness and benefits in real human life. This school of thought has developed rapidly in modern education, which emphasizes direct experience, problem solving, and the active involvement of students in the learning process. This article aims to analyze the basic concepts of pragmatism, its implementation in education, and examine its relevance in Christian religious education based on a biblical perspective. Pragmatism makes a positive contribution to PAK learning, particularly in experience-based learning approaches, active learning, and the development of critical thinking skills. From a biblical perspective, truth is not determined by practical benefits, but is rooted in the absolute and eternal word of God. Therefore, the application of pragmatism in Christian religious education needs to be done selectively and critically so as not to conflict with Christian values.




