MEMBANGUN AGENSI PEREMPUAN SEBAGAI AKTOR PERUBAHAN: ANALISIS KAPABILITAS AMARTYA SEN

Penulis

  • Siltwin Fransiskus Dabul IFTK LEDALERO

Kata Kunci:

Agensi Perempuan, Kapabilitas, Amartya Sen, Pemberdayaan, Keadilan Sosial

Abstrak

Artikel ini membahas pembangunan agensi perempuan sebagai aktor perubahan sosial melalui pendekatan kapabilitas yang dikembangkan oleh Amartya Sen. Permasalahan utama yang dikaji adalah masih adanya ketidaksetaraan gender, budaya patriarki, keterbatasan akses pendidikan, ekonomi, dan partisipasi sosial yang menghambat perempuan dalam mengembangkan potensi dirinya secara bebas dan bermartabat. Dalam konteks tersebut, perempuan sering kali ditempatkan sebagai objek pembangunan, bukan sebagai subjek yang memiliki kemampuan untuk menentukan pilihan hidup dan menciptakan perubahan sosial. Penulisan ini menggunakan metode studi pustaka dengan menganalisis pemikiran Amartya Sen mengenai kapabilitas dan agensi perempuan melalui berbagai buku, jurnal, dan sumber ilmiah terkait. Pendekatan kapabilitas menekankan bahwa pembangunan harus dipahami sebagai proses perluasan kebebasan substantif manusia untuk mencapai kehidupan yang bernilai. Oleh karena itu, agensi perempuan dipahami sebagai kemampuan perempuan untuk bertindak, mengambil keputusan, dan berpartisipasi aktif dalam kehidupan sosial, ekonomi, politik, dan budaya. Perempuan yang memiliki kebebasan dan kesempatan yang memadai mampu berkontribusi terhadap kesejahteraan keluarga, pembangunan komunitas, serta terciptanya keadilan sosial. Dengan demikian, pemberdayaan perempuan tidak hanya berkaitan dengan peningkatan ekonomi, tetapi juga dengan perluasan kebebasan, martabat, dan hak-hak kemanusiaan perempuan dalam kehidupan sosial.

 

Unduhan

Diterbitkan

2026-09-30