IMPLEMENTASI TARI TRADISIONAL ENDENG- ENDENG TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR ANAK USIA DINI DI PAUD TERPADU KEMALA BHAYANGKARI 14 MANDAILING NATAL
Kata Kunci:
Tari Tradisional Endeng-Endeng, Motorik Kasar, Anak Usia Dini, Penelitian Tindakan KelasAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi tari tradisional Endeng-endeng terhadap perkembangan motorik kasar anak usia dini di PAUD Terpadu Kemala Bhayangkari 14 Mandailing Natal. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 17 anak usia 5–6 tahun, terdiri atas 8 anak laki-laki dan 9 anak perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan penyusunan RPPH, sedangkan teknik analisis data menggunakan persentase pencapaian indikator perkembangan motorik kasar anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi tari tradisional Endeng-endeng mampu meningkatkan kemampuan motorik kasar anak, khususnya pada aspek berjinjit, mengayunkan tangan, berputar, dan menjaga keseimbangan tubuh. Peningkatan perkembangan motorik kasar terlihat dari persentase ketuntasan anak pada siklus I sebesar 11,8%, kemudian meningkat secara signifikan menjadi 82% pada siklus II. Hasil tersebut telah melampaui kriteria keberhasilan penelitian, yaitu minimal 65% anak berada pada kategori Berkembang Sangat Baik (BSB). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tari tradisional Endeng-endeng efektif digunakan sebagai kegiatan pembelajaran untuk mengembangkan motorik kasar anak usia dini, sekaligus berperan sebagai media pelestarian budaya lokal yang bernilai edukatif di lingkungan PAUD.
This study aims to examine the implementation of the traditional Endeng-endeng dance in developing gross motor skills of early childhood children at PAUD Terpadu Kemala Bhayangkari 14 Mandailing Natal. The research employed Classroom Action Research (CAR) using the Kemmis and McTaggart model, conducted in two cycles consisting of planning, action, observation, and reflection stages. The research subjects consisted of 17 children aged 5–6 years, including 8 boys and 9 girls. Data were collected through observation, documentation, and lesson plans (RPPH), while data analysis was carried out using percentage analysis of gross motor development indicators. The results indicated that the implementation of the Endeng-endeng traditional dance significantly improved children’s gross motor skills, particularly in tiptoeing, arm swinging, body rotation, and balance. The percentage of developmental achievement increased from 11.8% in the first cycle to 82% in the second cycle, exceeding the research success criteria of at least 65% of children achieving the “Very Well Developed” (BSB) category. In conclusion, the traditional Endeng-endeng dance is effective as a learning activity to enhance gross motor skills in early childhood and serves as an educational medium for preserving local cultural heritage in early childhood education.




