STRATEGI MARKETING PEDAGANG SEMBAKO DI ERA E-COMMERCE: STUDI KASUS PASAR INPRES NAIKOTEN KOTA KUPANG
Kata Kunci:
Strategi Marketing, Pedagang Sembako, Pemasaran DigitalAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi marketing pedagang sembako dalam menghadapi perubahan pola pemasaran di era digital di Pasar Inpres Naikoten Kota Kupang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap 12 pedagang sembako, observasi lapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi marketing pedagang sembako bertumpu pada relasi sosial sebagai fondasi utama keberlangsungan usaha. Target audiens terbentuk secara empiris melalui interaksi berulang, terutama ibu rumah tangga dan pelanggan tetap yang memiliki pola pembelian rutin. Pemanfaatan platform digital, khususnya WhatsApp dan Facebook, masih berada pada tahap adaptasi awal dan lebih berfungsi sebagai sarana komunikasi dengan pelanggan yang telah dikenal, bukan sebagai instrumen ekspansi pasar. Konten pemasaran yang digunakan bersifat sederhana dan informatif, berupa foto barang dan harga yang diunggah secara situasional. Secara keseluruhan, strategi marketing pedagang sembako mencerminkan strategi adaptif yang mengintegrasikan pemasaran tradisional berbasis relasi sosial dengan pemanfaatan teknologi digital secara terbatas dan kontekstual untuk mempertahankan stabilitas dan keberlangsungan usaha di era digital.
This study aims to analyze the marketing strategies of basic commodity traders in responding to changes in marketing patterns in the digital era at Pasar Inpres Naikoten, Kupang City. This research uses a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through in-depth interviews with 12 basic commodity traders, field observations, and documentation. The results show that traders’ marketing strategies are primarily based on social relations as the main foundation for business sustainability. The target audience is formed empirically through repeated interactions, particularly housewives and regular customers who demonstrate consistent purchasing patterns. The use of digital platforms, especially WhatsApp and Facebook, remains at an early adaptation stage and mainly functions as a communication tool with existing customers rather than as a means of market expansion. The marketing content used is simple and informative, consisting of product photos and price information shared situationally. Overall, the marketing strategies of basic commodity traders reflect an adaptive approach that integrates traditional relationship-based marketing with limited and contextual use of digital technology to maintain business stability and sustainability in the digital era.




