EKSISTENSIALISME DI ERA DIGITAL: PENCARIAN AUTENTISITAS DALAM BAYANG-BAYANG ALGORITMA DAN KAPITALISME SURVEILANS
Kata Kunci:
Eksistensialisme, Autentisitas, Algoritma, Jean-Paul Sartre, Martin Heidegger, Era DigitalAbstrak
Artikel ini menganalisis tantangan terhadap ontologi manusia di era digital, khususnya mengenai konsep autentisitas. Dengan menggunakan kerangka berpikir Jean-Paul Sartre mengenai kebebasan dan Martin Heidegger mengenai Dasein, penelitian ini mengevaluasi bagaimana algoritma prediktif dan media sosial mengancam agensi individu. Ditemukan bahwa ruang digital menciptakan kondisi "kepercayaan buruk" (bad faith) yang terakselerasi, di mana subjek manusia dikomodifikasi menjadi objek data. Artikel ini menyimpulkan bahwa pemulihan autentisitas memerlukan kesadaran fenomenologis terhadap teknologi dan upaya aktif untuk merebut kembali kedaulatan pilihan dari determinisme teknis.
This article analyzes the challenges to human ontology in the digital age, specifically regarding the concept of authenticity. Using Jean-Paul Sartre's framework of freedom and Martin Heidegger's Dasein, this research evaluates how predictive algorithms and social media threaten individual agency. It is found that digital spaces create accelerated conditions of "bad faith," where human subjects are commodified into data objects. The article concludes that the recovery of authenticity requires a phenomenological awareness of technology and an active effort to reclaim the sovereignty of choice from technical determinism.




