MAKNA TEOLOGIS LAGU NGKIONG KARYA FELIX EDON DALAM PERSPEKTIF EKO-ESKATOLOGIS
Kata Kunci:
Lagu Ngkiong, Eko-Eskatologis, Teologi Kontekstual, Manggarai, Spiritual EkologisAbstrak
Lagu Ngkiong karya Felix Edon (1991) merupakan ekspresi musikal yang berakar pada budaya Manggarai dan sarat makna ekologis serta spiritual. Melalui simbol burung Ngkiong, lagu ini menggambarkan relasi harmonis antara manusia, alam, dan Tuhan. Penelitian ini bertujuan menafsirkan makna teologis lagu Ngkiong dengan menggunakan pendekatan eko-eskatologis, yaitu pembacaan teologi yang mengaitkan tanggung jawab ekologis manusia dengan pengharapan eskatologis atas pemulihan seluruh ciptaan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan pendekatan hermeneutika teologis dan analisis simbolik terhadap lirik lagu. Data diperoleh dari teks lagu, konteks budaya Manggarai, serta kajian pustaka teologi ekologi kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suara burung Ngkiong berfungsi sebagai simbol vox naturae (suara alam) dan sekaligus vox Dei (suara ilahi) yang menyuarakan panggilan pertobatan ekologis. Melalui larangan menebang hutan dan ajakan menanam pohon, lagu ini menghadirkan pesan moral dan spiritual tentang pelestarian ciptaan. Dalam perspektif eko-eskatologis, lagu Ngkiong menyuarakan harapan akan rekonsiliasi dan pembaruan semesta, sekaligus menegaskan kesatuan eksistensial antara manusia, alam, dan Tuhan. Dengan demikian, lagu ini dapat dibaca sebagai teks teologis kontekstual yang memperkaya spiritualitas ekologis Nusantara dan memberikan kontribusi bagi refleksi teologi ekologi dalam konteks krisis lingkungan global.




