KOMERSIALISASI TARIAN CACI DAN TRANSFORMASI MAKNA BUDAYA: STUDI KUALITATIF PADA SANGGAR KESENIAN DI MBAUMUKU, RUTENG

Penulis

  • Yohana Nevita Verawati Asman Universitas Nusa Cendana
  • Blajan Konradus Universitas Nusa Cendana
  • Aelsthri Ndandara Universitas Nusa Cendana

Kata Kunci:

Komersialisasi Budaya, Tarian Caci, Transformasi Makna, Nilai Budaya, Pariwisata Budaya, Identitas Manggarai

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk komersialisasi Tarian Caci serta dampaknya terhadap makna dan nilai budaya pada sanggar kesenian di Kelurahan Mbaumuku, Kota Ruteng. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap delapan informan yang terdiri atas kepala sanggar, tua adat, pelaku seni, dan anggota masyarakat. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komersialisasi Tarian Caci terwujud dalam bentuk modifikasi struktur pertunjukan, penerapan sistem tarif dan kontrak profesional, serta kerja sama dengan pemerintah dan sektor pariwisata. Modifikasi meliputi pemendekan durasi, penyederhanaan tahapan ritual, dan penguatan aspek atraktif pertunjukan. Penerapan honorarium sebesar Rp5.000.000–Rp6.000.000 per penampilan menunjukkan bahwa Caci telah menjadi bagian dari ekonomi kreatif lokal. Dampak komersialisasi bersifat ambivalen: di satu sisi memperluas eksistensi dan pengenalan identitas budaya Manggarai serta meningkatkan kesejahteraan pelaku seni; di sisi lain berpotensi menggeser makna sakral dan nilai filosofis dari orientasi simbolik menuju orientasi ekonomi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komersialisasi Tarian Caci merupakan proses adaptasi budaya dalam konteks pariwisata modern yang menghadirkan peluang sekaligus tantangan terhadap keberlanjutan makna tradisional.

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-28