GAMBARAN KARAKTERISTIK PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS KOTA SELATAN KOTA GORONTALO

Penulis

  • Eka Nursafitria Ningsih Universitas Negeri Gorontalo
  • Widysusanti Abdulkadir Universitas Negeri Gorontalo
  • Mohamad Reski Manno Universitas Negeri Gorontalo
  • Muhammad Taupik Universitas Negeri Gorontalo
  • Rifka Anggraini Anggai Universitas Negeri Gorontalo

Kata Kunci:

Tuberkulosis, Karakteristik, Puskesmas

Abstrak

Tuberkulosis paru masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di indonesia, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Kota Selatan. Penyakit ini memiliki morbiditas dan mortalitas yang tinggi serta berdampak signifikan terhadap kualitas hidup masyarakat. Pemahaman mengenai karakteristik pasien TB paru penting untuk menentukan strategi penanggulangan yang lebih efektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran karakteristik pasien tuberkulosis di puskesmas kota selatan berdasarkan faktor usia, jenis kelamin, pekerjaan, jenis OAT dan fase pengobatan. Penelitian ini merupakan penelitian studi deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui rekam medis pasien tuberkulosis yang terdaftar Di Puskesmas Kota Selatan selama periode Januari- Juli 2025. Hasil penelitian di Puskesmas Kota Selatan menunjukkan bahwa sebagian besar pasien tuberkulosis paru berada pada kelompok usia 41–60 tahun, disusul oleh kelompok usia 17–40 tahun. Berdasarkan jenis kelamin, kasus TB  paru lebih banyak ditemukan pada laki-laki dibandingkan perempuan. Dari sisi pekerjaan, mayoritas penderita berasal dari kelompok buruh/tani/pekerja serta ibu rumah  tangga  atau  yang tidak bekerja. Terkait fase pengobatan, sebagian besar pasien sedang  menjalani fase lanjutan, sementara sebagian kecil masih berada pada fase awal. Karakteristik pasien TB di Puskesmas Kota Selatan Kota Gorontalo menunjukkan bahwa kelompok usia produktif dengan jenis kelamin laki-laki, dengan tingkat pendidikan atau tidak bekerja paling banyak terdampak. Diperlukan pendekatan edukatif dan pemantauan pengobatan yang lebih intensif untuk meningkatakan keberhasilan terapi Tuberkulosis.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-21