KOMUNIKASI TERAPEUTIK DAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE-OPERASI FRAKTUR ANTEBRACHI: STUDI DI RS PRIMA MEDIKA PEMALANG

Penulis

  • Hanggra Ardiyansa Universitas Muhammadiyah Kudus

Kata Kunci:

Komunikasi Terapeutik, Ansietas, Pre Operasi, Fraktur, Keperawatan

Abstrak

Tindakan operasi merupakan pengalaman kompleks yang sering menimbulkan kecemasan, terutama pada pasien pre operasi. Kecemasan dapat berdampak negatif terhadap kondisi fisiologis dan psikologis pasien serta berpotensi mengganggu jalannya prosedur pembedahan. Komunikasi terapeutik merupakan salah satu intervensi keperawatan yang efektif untuk menurunkan tingkat kecemasan pasien sebelum operasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan komunikasi terapeutik dengan tingkat ansietas pada pasien pre operasi Fraktur Antebrachii di Rumah Sakit Prima Medika Pemalang. Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan Cross-Sectional. Populasi berjumlah 180 pasien pada periode September–November 2025, dengan sampel sebanyak 64 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan rumus Slovin. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner komunikasi terapeutik (15 item) dan Zung Self-Rating Anxiety Scale (20 item). Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 53,1% responden menerima komunikasi terapeutik dalam kategori baik, dan 46,9% mengalami ansietas tingkat sedang. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan negatif yang kuat dan signifikan antara komunikasi terapeutik dan tingkat ansietas (r = -0,750; p = 0,000). Semakin baik komunikasi terapeutik yang diberikan, semakin rendah tingkat kecemasan pasien pre operasi.

Surgical procedures are complex experiences that frequently cause anxiety, particularly in preoperative patients. Anxiety may negatively affect both physiological and psychological conditions and potentially interfere with the surgical process. Therapeutic communication is considered an effective nursing intervention to reduce preoperative anxiety. This study aimed to determine the relationship between therapeutic communication and anxiety levels among preoperative patients with antebrachial fractures at Prima Medika Hospital, Pemalang. This research employed a correlational study with a cross-sectional approach. The population consisted of 180 patients treated between September and November 2025, with 64 respondents selected using purposive sampling based on the Slovin formula. Data were collected using a 15-item therapeutic communication questionnaire and the Zung Self-Rating Anxiety Scale (20 items). Data analysis was performed using the Spearman Rank correlation test. The results showed that 53.1% of respondents received good therapeutic communication, while 46.9% experienced moderate anxiety. Statistical analysis revealed a significant and strong negative correlation (r = -0.750; p = 0.000). These findings indicate that better therapeutic communication is associated with lower anxiety levels in preoperative patients. Strengthening therapeutic communication is recommended to improve patient outcomes before surgery.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-29