STRATEGI ADAPTASI NELAYAN DALAM MENGHADAPI BENCANA TUBO DI DANAU MANINJAU NAGARI BAYUA KECAMATAN TANJUNG RAYA KABUPATEN AGAM PROVINSI SUMATERA BARAT

Penulis

  • Reza Erinawati Institut Seni Indonesia PadangPanjang
  • Yetty Oktayanty Institut Seni Indonesia PadangPanjang

Kata Kunci:

Tubo Belerang, Bencana Ekologis, Nelayan, Strategi Adaptasi, Danau Maninjau

Abstrak

Fenomena tubo belerang merupakan bencana ekologis yang secara berulang terjadi di Danau Maninjau dan berdampak signifikan terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat nelayan, khususnya di Nagari Bayua. Tubo terjadi akibat pembalikan massa air yang mengangkat senyawa beracun ke permukaan danau, yang menyebabkan penurunan kualitas air serta kematian ikan secara massal. Peristiwa ini tidak hanya dipengaruhi oleh faktor alam, tetapi juga oleh aktivitas manusia, terutama pertumbuhan keramba jaring apung yang tidak terkendali. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak bencana tubo terhadap nelayan serta menganalisis strategi adaptasi yang dilakukan nelayan dalam menghadapi bencana tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian ini terdiri dari nelayan tangkap, nelayan budidaya keramba jaring apung, serta masyarakat yang terdampak langsung oleh bencana tubo. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bencana tubo berdampak pada penurunan pendapatan nelayan, kerugian ekonomi, serta ketidakpastian mata pencaharian. Dalam menghadapi kondisi tersebut, nelayan menerapkan berbagai strategi adaptasi, antara lain diversifikasi mata pencaharian, pengurangan jumlah keramba, melakukan panen dini serta keterlibatan anggota keluarga dalam membantu perekonomian. Strategi adaptasi tersebut merupakan bentuk tindakan rasional nelayan untuk mempertahankan keberlangsungan hidup di tengah keterbatasan dan risiko bencana yang berulang.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-08