PERBANDINGAN STRUKTUR SINTAKSIS BAHASA INDONESIA DAN BAHASA DAERAH: STUDI LITERATUR

Penulis

  • Ruli Pratiwi Deli Sirait Universitas Negeri Medan
  • Yolanda Manalu Universitas Negeri Medan
  • Royden Simbah Sianturi Universitas Negeri Medan
  • Lailul Tatia Universitas Negeri Medan
  • Leony Siburian Universitas Negeri Medan
  • Rina Evianty Universitas Negeri Medan

Kata Kunci:

Sintaksis, Bahasa Indonesia, Bahasa Daerah, Struktur Kalimat, Perbandingan Linguistik, Interferensi Bahasa

Abstrak

Studi ini menggunakan metodologi tinjauan pustaka yang sistematis untuk memeriksa dan membandingkan struktur sintaksis bahasa Indonesia dengan bahasa daerah di Indonesia. Sebagai subbidang linguistik, sintaksis mempelajari bagaimana kata-kata disusun dalam kalimat dan hubungan antar bagian penyusunnya untuk menciptakan makna yang koheren. Mengingat Indonesia adalah negara dengan tingkat keragaman linguistik yang tinggi—lebih dari 700 bahasa daerah dituturkan di seluruh kepulauan, yang memungkinkan perbedaan mencolok dalam organisasi sintaksis antar bahasa—studi ini sangat penting. Dengan memeriksa berbagai sumber ilmiah, seperti buku bahasa, jurnal ilmiah nasional dan internasional, prosiding seminar, dan temuan penelitian sebelumnya yang relevan, studi ini menggunakan pendekatan studi pustaka. Teknik analisis isi deskriptif-komparatif digunakan untuk memeriksa data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur Subjek-Predikat-Objek (S-P-O), yang sistematis dan sering digunakan baik dalam komunikasi formal maupun informal, merupakan pola kalimat yang cukup konsisten dalam bahasa Indonesia. Di sisi lain, bahasa daerah, termasuk bahasa Jawa, Sundanese, Batak, Bugis, dan lainnya, memiliki pola kalimat yang lebih mudah beradaptasi dan berbasis konteks yang dipengaruhi oleh kebiasaan penutur, tingkat tutur, konteks komunikasi, dan variabel budaya. Sistem tata bahasa yang berbeda dari setiap bahasa daerah dan sejarah perkembangan bahasa juga berkontribusi pada variasi ini. Kesimpulan penting lainnya dari penelitian ini adalah fenomena interferensi sintaksis dari bahasa daerah ke bahasa Indonesia. Akibatnya, penelitian ini menawarkan pemahaman yang lebih menyeluruh tentang keragaman struktur bahasa Indonesia dan menyoroti pentingnya analisis sintaksis lintas bahasa dalam upaya memajukan linguistik dan melindungi bahasa daerah sebagai bagian dari warisan budaya negara.

This study uses a systematic literature review methodology to examine and compare the syntactic structure of Indonesian with that of regional languages in Indonesia. As a subfield of linguistics, syntax studies how words are arranged in sentences and the relationships between their constituent parts to create coherent meaning. Given that Indonesia is a country with a high level of linguistic diversity—more than 700 regional languages are spoken across the archipelago, allowing for striking differences in syntactic organization between languages—this study is crucial. By examining various scholarly sources, such as language books, national and international scientific journals, seminar proceedings, and relevant previous research findings, this study employs a literature review approach. Descriptive-comparative content analysis techniques are used to examine the data. The results show that the Subject-Predicate-Object (S-P-O) structure, which is systematic and frequently used in both formal and informal communication, is a fairly consistent sentence pattern in Indonesian. On the other hand, regional languages, including Javanese, Sundanese, Batak, Bugis, and others, have more adaptable and context-based sentence patterns that are influenced by speaker habits, speech level, communication context, and cultural variables. The different grammatical systems of each regional language and the historical development of the language also contribute to this variation. Another important conclusion from this study is the phenomenon of syntactic interference from regional languages into Indonesian. Consequently, this research offers a more comprehensive understanding of the structural diversity of Indonesian and highlights the importance of cross-linguistic syntactic analysis in efforts to advance linguistics and protect regional languages as part of the country's cultural heritage.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-21