CITRA PEREMPUAN DALAM PUISI KEPOMPONG KARYA OKA RUSMINI: KAJIAN FEMINISME

Penulis

  • Bonika Alprianta Sari Hulu Universitas Negeri Medan
  • Dimas Bayu Kumbara Universitas Negeri Medan
  • Dwi Ananda Putri Universitas Negeri Medan
  • Friclia Dhea Lova Siagian Universitas Negeri Medan
  • Gabriella Secilia Silitonga Universitas Negeri Medan
  • Sarah Meutia Universitas Negeri Medan
  • Ulyanti Pandiangan Universitas Negeri Medan
  • Atika Wasilah Universitas Negeri Medan

Kata Kunci:

Citra Perempuan, Kritik Sastra Feminis, Oka Rusmini, Puisi Kepompong, Tubuh Perempuan

Abstrak

Penelitian ini menganalisis citra perempuan dalam puisi "Kepompong" karya Oka Rusmini yang termuat dalam kumpulan puisi Pandora dengan menggunakan perspektif kritik sastra feminis. Melalui metode deskriptif kualitatif dengan teknik baca dan catat, penelitian ini mengidentifikasi empat citra perempuan yang muncul dalam teks, yaitu perempuan sebagai sosok yang mengalami luka dan penderitaan batin, perempuan sebagai objek kekuasaan dan eksploitasi, perempuan sebagai korban tekanan sosial, serta perempuan sebagai sosok yang memiliki ketahanan dan daya perlawanan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Oka Rusmini tidak sekadar menggambarkan perempuan sebagai korban struktur patriarki, melainkan juga menampilkan kompleksitas pengalaman perempuan yang mampu bertahan dan melawan berbagai bentuk ketidakadilan gender. Puisi ini menjadi medium kritik terhadap relasi kuasa yang tidak seimbang sekaligus ruang bagi hadirnya suara dan kekuatan perempuan.

This study analyzes the image of women in Oka Rusmini's poem "Kepompong," a poem from her collection Pandora, using a feminist literary criticism perspective. Using a qualitative descriptive method and reading and note-taking techniques, this study identifies four images of women that emerge in the text: women as figures experiencing inner wounds and suffering, women as objects of power and exploitation, women as victims of social pressure, and women as figures possessing resilience and resistance. The analysis shows that Oka Rusmini does not simply depict women as victims of patriarchal structures but also showcases the complexity of women's experiences as they endure and resist various forms of gender injustice. This poem serves as a medium for critique of unequal power relations and a space for the emergence of women's voices and strengths

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-30