REVIEW KOMPARATIF PERFORMA JARINGAN WI-FI DAN HOTSPOT SELULER BERDASARKAN PARAMETER QUALITY OF SERVICE (QOS): SEBUAH TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS

Penulis

  • Hafids arkan wahid Universitas Muhammadiyah Prof.DR. HAMKA
  • dan mugisidi Universitas Muhammadiyah Prof.DR. HAMKA

Kata Kunci:

Jaringan Wi-Fi, Hotspot Seluler, Quality Of Service (Qos), Throughput, Komparasi Infrastruktur

Abstrak

Konektivitas internet nirkabel berkecepatan tinggi kini menjadi pilar utama ekosistem digital modern, dengan Wi-Fi lokal dan hotspot seluler sebagai infrastruktur dominan bagi pengguna akhir. Meski sama-sama menawarkan mobilitas, keduanya mengadopsi tata kelola spektrum frekuensi dan mekanisme akses medium radio yang berbeda secara fundamental. Penelitian ini bertujuan melakukan analisis komparatif performa jaringan Wi-Fi lokal dan hotspot seluler berdasarkan parameter kuantitatif Quality of Service (QoS) melalui tinjauan literatur sistematis dari 70 jurnal ilmiah mutakhir. Metode evaluasi difokuskan pada pemetaan empat metrik utama, yaitu throughput, latency, jitter, dan packet loss di berbagai tingkat kepadatan perangkat klien. Hasil sintesis data empiris membuktikan bahwa jaringan Wi-Fi (IEEE 802.11ax) unggul dalam menyediakan kapasitas throughput tertinggi dan latensi terendah pada skenario dalam ruangan stasioner dengan kepadatan perangkat rendah. Namun, stabilitas performa Wi-Fi merosot tajam saat beban trafik mencapai puncak akibat ketergantungan pada protokol kontrol desentralisasi CSMA/CA yang rentan tabrakan data. Sebaliknya, hotspot seluler menunjukkan resiliensi alokasi data yang jauh lebih tangguh, nilai jitter yang konsisten, dan rasio packet loss sangat minim (di bawah 0,1%) di lingkungan komunal yang padat. Ketangguhan hotspot seluler ditopang oleh penggunaan pita spektrum berlisensi (licensed band) serta algoritma penjadwalan terpusat berbasis teknologi OFDMA pada sisi menara pemancar (BTS). Kajian ini menyimpulkan bahwa tidak ada arsitektur nirkabel yang mendominasi mutlak pada semua parameter uji, sehingga pemilihan konektivitas yang optimal harus menyelaraskan analisis kompromi (trade-off) antara sensitivitas trafik aplikasi, karakteristik geografis, skala mobilitas, serta efisiensi anggaran finansial operasional jangka panjang.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-30