ANALISIS MANAJEMEN KRISIS DI DESTINASI WISATA SALIB KASIH TARUTUNG

Penulis

  • Perlin Zebua Institut Agama Kristen Negeri Tarutung
  • Yoni Fransiska Simanjuntak Institut Agama Kristen Negeri Tarutung
  • Niar Elizabeth G. Panjaitan Institut Agama Kristen Negeri Tarutung
  • Mastiara Lubis Institut Agama Kristen Negeri Tarutung
  • Efra Zerika Sitio Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Kata Kunci:

Manajemen Krisis, Destinasi Wisata, Wisata Religi

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui system manajemen krisis yang diterapkan di destinasi wisata Salib Kasih Tarutung dan untuk mengetahui kendala yang dihadapi dalam penerapan manajemen krisis di destinasi wisata Salib Kasih Tarutung. Salib Kasih merupakan salah satu ikon wisata rohani di Sumatera Utara yang memiliki nilai sejarah, spiritual dan budaya yang tinggi. Namun kondisi geografis kawasan perbukitan serta meningkatnya aktivitas wisata menimbulkan berbagai potensi risiko seperti bencana alam, kerusakan fasilitas, kecelakaan pengunjung dan gangguan keamanan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi terstruktur dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen krisis di Salib Kasih telah diterapkan melalui tahapan pencegahan, respon, pemulihan dan evaluasi. Pengelola melakukan revitalisasi fasilitas, peningkatan keamanan, promosi digital, serta evaluasi berkala pasca krisis. Meskipun demikian, masih ditemukan beberapa kendala seperti keterbatasan fasilitas dan cuaca ekstrem. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan manajemen krisis yang baik sangat penting untuk menjaga destinasi wisata religi serta meningkatkan kepercayaan wisatawan terhadap Salib Kasih Tarutung.

This study aims to analyze and understand the crisis management system implemented at the Salib Kasih Tarutung tourist destination and to identify the obstacles encountered in implementing crisis management. Salib Kasih is an iconic religious tourism destination in North Sumatra, possessing significant historical, spiritual, and cultural value. However, the hilly geographical conditions and increasing tourism activity pose various potential risks, such as natural disasters, facility damage, visitor accidents, and security disturbances. This study employed a descriptive method with a qualitative approach. Data collection techniques included observation, semi-structured interviews, and documentation. The results indicate that crisis management at Salib Kasih has been implemented through the stages of prevention, response, recovery, and evaluation. Management has revitalized facilities, improved security, implemented digital promotions, and conducted periodic post-crisis evaluations. However, several obstacles remain, such as limited facilities and extreme weather. This study concludes that implementing sound crisis management is crucial for maintaining the religious tourism destination and increasing tourist trust in Salib Kasih Tarutung.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-30