PENGARUH INTENSITAS PEMANGKASAN CABANG DAN DAUN TERHADAP PERTUMBUHAN GENERATIF DAN HASIL TANAMAN TOMAT

Penulis

  • Nur Aini Bunyani Persatuan Guru 1945 NTT
  • Anggreni Mali Ngara Persatuan Guru 1945 NTT
  • Abdonia Finmeta Persatuan Guru 1945 NTT
  • Nardi Leo Persatuan Guru 1945 NTT

Kata Kunci:

Pertumbuhan Generatif, Pemangkasan, Produktivitas, Tomat

Abstrak

Pemangkasan cabang dan daun merupakan salah satu teknik budidaya yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan pertumbuhan generatif dan meningkatkan hasil tanaman tomat (Solanum lycopersicum L.). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intensitas pemangkasan cabang dan daun terhadap pertumbuhan generatif dan hasil tanaman tomat serta menentukan tingkat pemangkasan yang paling efektif. Penelitian dilaksanakan di Green House FMIPA Universitas Persatuan Guru 1945 NTT menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan, yaitu tanpa pemangkasan (P0), pemangkasan ringan (P1), pemangkasan sedang (P2), dan pemangkasan berat (P3). Setiap perlakuan diulang sebanyak lima kali sehingga diperoleh 20 satuan percobaan. Parameter yang diamati meliputi jumlah bakal bunga, jumlah bakal buah, jumlah buah, dan berat buah per tanaman. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas pemangkasan cabang dan daun berpengaruh sangat nyata terhadap seluruh parameter yang diamati. Perlakuan pemangkasan ringan (P1) menghasilkan nilai tertinggi pada jumlah bakal bunga (13,6), jumlah bakal buah (13,6), jumlah buah (12,2 buah tanaman⁻¹), dan berat buah (268,2 g tanaman⁻¹), serta berbeda nyata dibandingkan perlakuan lainnya. Peningkatan hasil pada perlakuan pemangkasan ringan diduga berkaitan dengan meningkatnya efisiensi distribusi fotosintat ke organ generatif, berkurangnya persaingan antar organ vegetatif, serta membaiknya penetrasi cahaya dan sirkulasi udara di dalam tajuk tanaman. Dengan demikian, pemangkasan ringan dapat direkomendasikan sebagai teknik budidaya yang efektif untuk meningkatkan pertumbuhan generatif dan produktivitas tanaman tomat.

Branch and leaf pruning is one of the cultivation techniques that can be applied to optimize generative growth and improve tomato (Solanum lycopersicum L.) yield. This study aimed to analyze the effect of branch and leaf pruning intensity on the generative growth and yield of tomato plants and to determine the most effective pruning level. The experiment was conducted in the Greenhouse of the Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Persatuan Guru 1945 NTT, using a Completely Randomized Design (CRD) consisting of four treatments: no pruning (P0), light pruning (P1), moderate pruning (P2), and heavy pruning (P3). Each treatment was replicated five times, resulting in a total of 20 experimental units. The observed parameters included the number of flower buds, fruit sets, number of fruits, and fruit weight per plant. Data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA), followed by the Least Significant Difference (LSD) test at the 5% significance level. The results showed that branch and leaf pruning intensity had a highly significant effect on all observed parameters. Light pruning (P1) produced the highest values for flower buds (13.6), fruit sets (13.6), number of fruits (12.2 fruits plant⁻¹), and fruit weight (268.2 g plant⁻¹), and differed significantly from the other treatments. The improved performance under light pruning was associated with more efficient assimilate allocation to reproductive organs, reduced competition among vegetative organs, and improved light penetration and air circulation within the plant canopy. Therefore, light pruning is recommended as an effective cultivation practice to enhance generative growth and increase tomato productivity

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-30