HUBUNGAN ANTARA KONFORMITAS DENGAN CYBERBULLYING PADA DEWASA AWAL
Kata Kunci:
Konformitas, Cyberbullying, Dewasa Awal, Media SosialAbstrak
Perkembangan media sosial telah memberikan berbagai kemudahan dalam berinteraksi, namun juga memunculkan fenomena cyberbullying yang semakin banyak terjadi pada kelompok dewasa awal. Salah satu faktor yang diduga berkaitan dengan perilaku cyberbullying adalah konformitas, yaitu kecenderungan individu menyesuaikan sikap dan perilaku dengan norma kelompok untuk memperoleh penerimaan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konformitas dengan cyberbullying pada dewasa awal pengguna media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian adalah individu dewasa awal berusia 18–25 tahun yang menggunakan media sosial. Sampel penelitian berjumlah 100 responden yang diperoleh menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu. Pengumpulan data dilakukan menggunakan The Conformity Scale untuk mengukur konformitas dan Cyber-Aggression Scale (CYB-AGS) untuk mengukur cyberbullying. Data dianalisis menggunakan aplikasi JASP melalui uji asumsi normalitas dan linearitas, kemudian dilanjutkan dengan uji korelasi untuk menguji hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara konformitas dengan cyberbullying pada dewasa awal pengguna media sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat konformitas individu, semakin tinggi pula kecenderungan individu untuk terlibat dalam perilaku cyberbullying. Sebaliknya, semakin rendah tingkat konformitas, semakin rendah pula kecenderungan melakukan cyberbullying. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa tekanan sosial, norma kelompok, dan kebutuhan untuk memperoleh penerimaan sosial dapat mendorong individu mengikuti perilaku agresif di media sosial. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan program literasi digital dan pencegahan cyberbullying pada dewasa awal.
The development of social media has provided various conveniences in interaction, but has also given rise to the phenomenon of cyberbullying, which is increasingly occurring in young adults. One factor suspected of being related to cyberbullying behavior is conformity, namely the tendency of individuals to adjust attitudes and behaviors to group norms to gain social acceptance. This study aims to determine the relationship between conformity and cyberbullying in young adults who use social media. This study uses a quantitative approach with a correlational method. The study population is young adults aged 18–25 years who use social media. The study sample consisted of 100 respondents obtained using a purposive sampling technique based on certain criteria. Data collection was carried out using the Conformity Scale to measure conformity and the Cyber-Aggression Scale (CYB-AGS) to measure cyberbullying. Data were analyzed using the JASP application through normality and linearity assumption tests, followed by a correlation test to examine the relationship between variables. The results of the study indicate that there is a significant and positive relationship between conformity and cyberbullying in young adults who use social media. This finding indicates that the higher the level of individual conformity, the higher the individual's tendency to engage in cyberbullying behavior. Conversely, the lower the level of conformity, the lower the tendency to engage in cyberbullying. The results indicate that social pressure, group norms, and the need for social acceptance can drive individuals to engage in aggressive behavior on social media. This research is expected to provide a basis for developing digital literacy programs and cyberbullying prevention in young adults.




