BUDIDAYA JAMUR MERANG (VOLVARIELLA VOLVACEA) DI AREA RUMPUN PISANG DENGAN MEDIA AMPAS SAGU
Kata Kunci:
Pertumbuhan, Jamur Merang, Ampas Sagu, Rumpun PisangAbstrak
Produksi jamur merang (Volvariella volvacea) Indonesia menunjukkan potensi pertumbuhan yang menjanjikan, baik untuk ekspor maupun kebutuhan konsumsi karena nilai gizinya dan potensi pengembangan yang menjanjikan. Jamur Volvariella volvacea adalah jamur dengan volva/vulfa/fulia atau cawan berwarna cokelat muda, tudung berbentuk bundar telur yang kemudian cembung dan pada jamur yang sangat tua kadang-kadang mendekati rata-rata. Penelitian ini bertujuan mengetahui pertumbuhan jamur Volvariella volvacea pada media ampas sagu di area rumpun pisang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif terhadap parameter seperti pertumbuhan miselium, jumlah tubuh buah, serta karakter morfologi jamur yang meliputi lebar tudung, warna tudung, warna batang, dan tinggi tangkai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan miselium berkembang dengan baik, serta kolonisasi mencapai 20% pada hari ke-1 hingga ke-7 dan meningkat menjadi 80% pada hari ke-8 hingga ke-14. Produksi tubuh buah tertinggi terjadi pada bulan pertama ketika media ampas sagu mampu mendukung proses adaptasi awal jamur karena kandungan nutrisi media yang tinggi. Namun mengalami penurunan pada bulan kedua dan ketiga seiring berkurangnya kandungan nutrisi dan pemadatan dalam media. Area rumpun pisang menunjukkan produktivitas tertinggi jamur Volvariella volvacea. Karakter morfologi jamur yang dihasilkan tergolong baik, ditandai dengan warna tudung, batang putih hingga krem, ukuran tudung dan tinggi tangkai yang optimal pada awal masa panen.
The production of straw mushrooms (Volvariella volvacea) in Indonesia shows promising growth potential, both for export and consumption needs due to its nutritional value and promising development potential. Volvariella volvacea mushrooms are mushrooms with volva/vulfa/fulia or light brown cups, oval-shaped caps that are then convex and in very old mushrooms sometimes approaching the average. This study aims to determine the growth of Volvariella volvacea mushrooms on sago pulp media in banana clump areas. The method used is quantitative descriptive of parameters such as mycelial growth, number of fruiting bodies, and morphological characteristics of the mushroom including cap width, cap color, stem color, and stalk height. The results showed that mycelial growth developed well, and colonization reached 20% on days 1 to 7 and increased to 80% on days 8 to 14. The highest fruiting body production occurred in the first month when the sago pulp media was able to support the initial adaptation process of the fungus due to the high nutrient content of the media. However, it decreased in the second and third months due to reduced nutrient content and compaction in the media. Banana groves exhibit the highest productivity of Volvariella volvacea fungi. The morphological characteristics of the resulting fungi are considered good, characterized by a cap color, white to cream-colored stem, and optimal cap size and stem height at the start of the harvest season .




