KAIDAH ‘URF (KEBIASAAN) DAN PENGARUHNYA DALAM FIKIH ISLAM

Penulis

  • Sukmawati Markun Universitas Islam Negeri
  • Nurul Adawia Universitas Islam Negeri
  • Fatmawati Hilal Universitas Islam Negeri
  • Abdul Rauf Muhammad Amin Universitas Islam Negeri

Kata Kunci:

'Urf, Al-'Adah Muhakkamah, Kaidah Fikih, Istinbath Hukum, Hukum Islam Kontemporer

Abstrak

'Urf atau kebiasaan masyarakat merupakan salah satu instrumen penting dalam pengembangan hukum Islam yang berfungsi menjembatani antara ketentuan syariat dan realitas sosial yang terus berkembang. Makalah ini bertujuan untuk menjelaskan konsep 'urf dalam fikih Islam, meliputi pengertian, dasar hukum, kedudukan, serta syarat-syarat keberlakuannya sebagai pertimbangan hukum. Selain itu, makalah ini juga mengkaji berbagai macam 'urf beserta klasifikasinya menurut perspektif ulama ushul fikih, serta menganalisis implementasi kaidah-kaidah fikih yang berkaitan dengan 'urf dalam menjawab persoalan hukum kontemporer. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan menelaah berbagai literatur fikih, ushul fikih, jurnal ilmiah, dan sumber-sumber hukum Islam yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa 'urf memiliki kedudukan sebagai dalil pendukung dalam proses istinbath hukum selama tidak bertentangan dengan Al-Qur'an, Sunnah, ijma', dan prinsip-prinsip syariat Islam. Para ulama membagi 'urf ke dalam beberapa klasifikasi, yaitu 'urf qawli dan 'urf amali, 'urf 'am dan 'urf khas, serta 'urf shahih dan 'urf fasid. Dalam konteks kontemporer, kaidah al-'adah muhakkamah memberikan landasan bagi pengakuan berbagai praktik sosial modern, seperti transaksi elektronik, akad digital, dan kebiasaan masyarakat dalam berbagai aspek muamalah. Oleh karena itu, 'urf berperan penting dalam menjaga fleksibilitas dan relevansi hukum Islam terhadap perkembangan zaman tanpa mengabaikan tujuan utama syariat (maqashid al-syari'ah).

Urf (custom or societal practice) is one of the important instruments in the development of Islamic law, serving as a bridge between the principles of Sharia and the evolving realities of society. This paper aims to explain the concept of 'urf in Islamic jurisprudence, including its definition, legal foundations, position, and conditions for its validity as a legal consideration. In addition, this paper examines the various classifications of 'urf according to the perspectives of Islamic legal scholars and analyzes the implementation of fiqh maxims related to 'urf in addressing contemporary legal issues. The study employs a library research method by reviewing relevant fiqh literature, works on Islamic legal theory (ushul al-fiqh), scholarly journals, and other authoritative sources of Islamic law. The findings indicate that 'urf occupies an important position as a supplementary legal source in the process of legal reasoning (istinbath al-ahkam), provided that it does not contradict the Qur'an, Sunnah, consensus (ijma'), and the fundamental principles of Islamic law. Islamic jurists classify 'urf into several categories, namely 'urf qawli and 'urf 'amali, 'urf 'am and 'urf khas, as well as 'urf sahih and 'urf fasid. In the contemporary context, the legal maxim al-'adah muhakkamah (custom is authoritative) provides a basis for recognizing various modern social practices, such as electronic transactions, digital contracts, and other customary practices within the field of muamalah. Therefore, 'urf plays a significant role in maintaining the flexibility and relevance of Islamic law in responding to social changes while preserving the objectives of Islamic law (maqasid al-shari'ah).

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-30