AJARAN AGAMA MENCIPTAKAN PERUBAHAN SOSIAL “REFLEKSI DARI PEMIKIRAN KARL MARX”

Penulis

  • Andi Almadani Marennu Okarniatif Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar
  • Muhammad Syukur Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar
  • Ashari Ismail Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar

Kata Kunci:

agama, perubahan sosial, ekonomi, masyarakat

Abstrak

Menurut definisi Karl Marx, agama tercermin dalam kehidupan sosial ekonomi masyarakat Indonesia, terutama terkait dengan religiusitas seseorang.Marx menggambarkan konflik kelas yang menyebabkan keputusasaan dan sikap apatis di kalangan kaum tertindas (proletariat). Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan menganggap agama hanya sebagai tempat untuk mengadu, atau secara ekstrim, dengan menyingkirkan agama itu sendiri. Perubahan pemikiran tentang agama dan realitas di Indonesia saat ini sangat dipengaruhi oleh perubahan gaya hidup masyarakat akibat kapitalisme yang semakin mendunia dan memaksa mereka untuk bertahan hidup. Akibatnya, muncul sikap individualis dalam upaya memperoleh hak di bidang ekonomi, politik, dan sosial. Masyarakat yang terjebak dalam jeratan kapitalisme cenderung mencari pelarian dalam bentuk spiritualitas yang sering kali tidak sejalan dengan esensi agama itu sendiri, mengakibatkan pergeseran nilai-nilai religius yang semula menjadi landasan moral masyarakat. Fenomena ini memunculkan kesenjangan sosial yang semakin lebar antara kelas atas dan kelas bawah, dengan kaum proletar yang semakin tersingkir dari arus utama kehidupan sosial dan ekonomi. Sehingga, relevansi pemikiran Marx mengenai agama sebagai opium masyarakat semakin tampak dalam konteks modern Indonesia, di mana agama digunakan baik sebagai alat penghibur maupun sebagai legitimasi bagi status quo yang ada.

According to Karl Marx's definition, religion is reflected in the socio-economic life of Indonesian society, especially in relation to a person's religiosity. Marx described class conflict as causing despair and apathy among the oppressed (proletariat). One way to overcome this is to consider religion only as a place to complain, or in the extreme, to get rid of religion itself. Changes in thinking about religion and reality in Indonesia today are greatly influenced by changes in people's lifestyles due to capitalism which is increasingly global and forces them to survive. As a result, an individualist attitude emerged in efforts to obtain rights in the economic, political and social fields. People who are caught in the trap of capitalism tend to seek escape in the form of spirituality which is often not in line with the essence of religion itself, resulting in a shift in religious values which were originally the moral foundation of society. This phenomenon gives rise to an increasingly wide social gap between the upper and lower classes, with the proletariat increasingly excluded from the mainstream of social and economic life. Thus, the relevance of Marx's thoughts regarding religion as the opium of society is increasingly visible in the modern context of Indonesia, where religion is used both as a means of entertainment and as legitimation for the existing status quo.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-09