DINAMIKA PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA BAKU DAN NON-BAKU DI KALANGAN GEN Z MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI MEDAN STAMBUK 2022
Kata Kunci:
Bahasa Indonesia baku, Bahasa Indonesia non-baku, Generasi Z, Media sosial, Komunikasi informal, Kesadaran bahasa.Abstrak
Bahasa merupakan salah satu elemen penting dalam komunikasi yang tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk menyampaikan pesan, namun juga mencerminkan identitas budaya dan sosial penggunanya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika penggunaan bahasa Indonesia baku dan non-baku di kalangan mahasiswa Generasi Z yang khususnya adalah mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi Universitas Negeri Medan Angkatan 2022. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi dan survei kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa masih terkadang menggunakan bahasa Indonesia baku dalam situasi-situasi tertentu, seperti saat presentasi, menulis surat resmi, dan berbicara dengan orang tua atau guru. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, mahasiswa lebih sering menggunakan bahasa Indonesia non-baku, terutama dalam komunikasi informal di media sosial. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti pengaruh media sosial, keinginan untuk terlihat keren atau gaul, dan kemudahan penggunaan bahasa non-baku. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa masih belum dapat membedakan dengan baik antara bahasa Indonesia baku dan non-baku. Hal ini dikarenakan bahasa Indonesia baku jarang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Language is one of the important elements in communication that not only functions as a tool to convey messages, but also reflects the cultural and social identity of its users. This study aims to understand the dynamics of the use of standardized and non-standardized Indonesian among Generation Z students, especially students of the Geography Education Department of Medan State University Batch 2022. This research uses descriptive qualitative method with data collection techniques of observation and questionnaire survey. The results showed that most students still sometimes use standard Indonesian in certain situations, such as during presentations, writing official letters, and speaking with parents or teachers. However, in daily life, students more often use non-standard Indonesian, especially in informal communication on social media. This is due to several factors, such as the influence of social media, the desire to look cool or slang, and the ease of using non-standard language. This study also shows that most students still cannot distinguish well between standard and non-standard Indonesian. This is because standard Indonesian is rarely used in everyday life.




