TINJAUAN TERHADAP EKSISTENSI PEREMPUAN DALAM NOVEL CANTIK ITU LUKA KARYA EKA KURNIAWAN MENURUT SIMON DE BEAUVOIR

Penulis

  • Faleria Lipat Hayon Universitas Widya Mandira Kupang
  • Norbertus Jegalus Universitas Widya Mandira Kupang
  • Oktovianus Kosat Universitas Widya Mandira Kupang

Kata Kunci:

Alteritas, Objekifikasi, Otonomi, Pembebasan

Abstrak

Diskursus tentang eksistensi perempuan dalam masyarakat sejak dulu senantiasa aktual. Hal ini berbasiskan pada fakta bahwa keberadaan perempuan dalam masyarakat senantiasa diasingkan. Berbagai perjuangan emansipasi telah dilakukan dengan menggunakan banyak media. Salah satunya melalui karya tulis, baik itu karya tulis fiksi dan nonfiksi. Secara khusus, Novel Cinta Itu Luka Karya Eka Kurniawann juga menjadi bentuk emansipasi dengan menampilakan kisah tentang Ayu Dewi yang diobjektifasi oleh para pria untuk memenuhi hafa nafsunya. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan kepustakaan, serta berlandaskan pada teori eksistensialis dari Simon De Beauvoir, penelitian ini mau menggugat streotip yang menganggap rendah keberadaan perempuan. Melalui argumen Simon De Beauvoir akan dijelaskan bahwa eksistensi perempuan sesungguhnya tidak dideterminasi dalam kategori biologiis semata. Sebab, orang tidak dilahirkan sebagai perempuan, tetapi ia memilih menjadi perempuan.

Discourse about the existence of women in society has always been current. This is based on the fact that women in society are always isolated. Various emancipation struggles have been carried out using many media. One way is through written works, both fiction and non-fiction. In particular, the novel Cinta Itu Luka by Eka Kurniawann is also a form of emancipation by showing the story of Ayu Dewi who is objectified by men to fulfill their desires. By using qualitative research methods with a literature approach, and based on the existentialist theory of Simon De Beauvoir, this research wants to challenge stereotypes that underestimate the existence of women. Through Simon De Beauvoir's argument, it will be explained that the existence of women is not actually determined in biological categories alone. Because, people are not born as women, but they choose to be women..

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-12