PERBANDINGAN METODE CUMULATIVE SUMMARY DAN Z-SCORE DALAM IDENTIFIKASI BLACK SPOT SERTA EVALUASI BANGUNAN PELENGKAP JALAN PADA RUAS JALAN TAMBAK OSOWILANGUN – GRESIK – KALIANAK

Penulis

  • Jovita Meiva Angelina Universitas Negeri Surabaya
  • Audinda Virsa Leinia Universitas Negeri Surabaya

Kata Kunci:

Black Spot, CUSUM, Z-Score, Kecelakaan Lalu Lintas, Bangunan Pelengkap Jalan

Abstrak

Ruas Jalan Tambak Osowilangun – Gresik – Kalianak di Kota Surabaya merupakan koridor arteri primer logistik yang memiliki tingkat kecelakaan lalu lintas sangat tinggi, sehingga dikenal oleh masyarakat sebagai "jalur tengkorak". Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik kecelakaan lalu lintas, menentukan segmen titik rawan kecelakaan (black spot), serta mengevaluasi kondisi bangunan pelengkap keselamatan jalan pada koridor sepanjang 6 km tersebut. Ruas pengamatan dibagi secara sistematis menjadi enam segmen dengan panjang masing-masing 1 km. Analisis data sekunder menggunakan rekaman kecelakaan periode tahun 2022–2025 dari Polrestabes Surabaya dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Penentuan lokasi black spot dilakukan melalui pendekatan komparatif antara metode Cumulative Summary (CUSUM) dan metode Z-Score. Hasil analisis menunjukkan bahwa kedua metode menghasilkan identifikasi spasial yang konsisten. Segmen 1 (STA 0+000 – STA 1+000) teridentifikasi sebagai segmen paling rawan (black spot utama), diikuti oleh Segmen 6 (STA 5+000 – STA 6+000), Segmen 3 (STA 2+000 – STA 3+000), dan Segmen 2 (STA 1+000 – STA 2+000). Evaluasi kondisi bangunan pelengkap jalan di area black spot mengidentifikasi marka jalan yang memudar, posisi rambu yang miring atau terhalangi vegetasi dan tiang listrik, kegagalan fungsi lampu peringatan (warning light), serta kerusakan permukaan jalan berupa retak halus dan gelombang perkerasan. Diperlukan perbaikan dan penataan ulang infrastruktur keselamatan jalan secara menyeluruh guna menekan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas.

The Osowilangun – Gresik – Kalianak road section in Surabaya is a critical primary arterial logistics corridor characterized by a high rate of traffic accidents, locally referred to as a "death path". This study aims to identify traffic accident characteristics, determine black spot segments, and evaluate the conditions of road complementary safety infrastructure along this 6 km corridor. The study area was systematically partitioned into six 1 km observation segments. Secondary accident data for the 2022–2025 period was obtained from the Surabaya Metropolitan Police and the Tanjung Perak Port Police. Spatial identification of black spots was evaluated using a comparative approach between the Cumulative Summary (CUSUM) an Z-Score statistical methods. The results indicate that both methods yield highly consistent spatial identifications. Segment 1 (STA 0+000 – STA 1+000) was identified as the most critical black spot, followed by Segment 6 (STA 5+000 – STA 6+000), Segment 3 (STA 2+000 – STA 3+000), and Segment 2 (STA 1+000 – STA 2+000). Physical evaluations of complementary structures within the black spot areas revealed severely faded lane markings, structural misalignment or vegetation blockage of traffic signs, malfunctioning solar-powered warning lights, and localized pavement distresses such as fatigue cracking and rutting. A thorough rehabilitation and reorganization of road safety equipment are required to mitigate accident rates and improve traffic safety.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-30