DAYA TERIMA KONSUMEN PRODUK STIK BAWANG DENGAN PENAMBAHAN BUBUK UDANG REBON (BONION)
Kata Kunci:
Stik Bawang, Bubuk Udang Rebon, Daya Terima Konsumen, Uji Hedonik, OrganoleptikAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat daya terima konsumen terhadap produk stik bawang dengan penambahan bubuk udang rebon pada tiga tingkat formulasi, yaitu 5%, 10%, dan 15%, serta menentukan formulasi yang memiliki tingkat penerimaan tertinggi. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium pengolahan, Program Studi Seni Kuliner dan Pengelolaan Jasa Makanan, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta, sedangkan pengujian daya terima dilakukan di wilayah Bekasi Timur dan Jakarta Timur dengan melibatkan 100 panelis konsumen berusia 15–55 tahun. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui uji hedonik menggunakan skala penilaian lima tingkat. Parameter yang diamati meliputi warna, aroma bawang, aroma udang rebon, rasa bawang, rasa udang rebon, dan tekstur. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai rata-rata tertinggi dalam berbagai aspek yaitu pada formulasi terbaik yaitu pada 5% aspek warna memiliki nilai rata-rata sebesar 3,99. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai rata-rata tertinggi dalam berbagai aspek yaitu pada formulasi terbaik yaitu pada 10% dengan nilai rata-rata aspek aroma bawang tertinggi sebesar 3,97, aspek aroma udang rebon memiliki nilai rata-rata 3,9, aspek rasa bawang memiliki nilai rata-rata 4,08, aspek rasa udang rebon memiliki rata-rata 4,03, dan aspek tekstur (kerenyahan) memiliki rata-rata 4,15. Berdasarkan hasil penilaian keseluruhan terhadap seluruh atribut sensori, formulasi dengan penambahan bubuk udang rebon sebesar 10% memperoleh tingkat kesukaan tertinggi sehingga dinilai sebagai formulasi yang paling dapat diterima oleh konsumen.
This study aimed to evaluate consumer acceptance of onion sticks enriched with rebon shrimp powder at three formulation levels—5%, 10%, and 15%—and to identify the formulation with the highest level of acceptance. The study was conducted at the Culinary Arts and Food Service Management Laboratory, Faculty of Engineering, State University of Jakarta, while acceptance testing took place in East Bekasi and East Jakarta, involving 100 untrained panelists aged 15–55. A survey method with a quantitative descriptive approach was employed, utilizing a hedonic test based on a five-point rating scale. The parameters observed included color, onion aroma, rebon shrimp aroma, onion flavor, rebon shrimp flavor, and texture. Analysis results showed that the mean scores for color across the 5%, 10%, and 15% formulations were 3.99, 3.93, and 3.75, respectively, while the mean scores for onion aroma were 3.91, 3.97, and 3.70, respectively. Based on the overall assessment of all sensory attributes, the formulation with 10% rebon shrimp powder achieved the highest preference rating, making it the formulation most acceptable to consumers.




