EVALUASI PENERAPAN KEBIJAKAN SINGLE PATIENT ROOM DI RUANG RAWAT INAP RSUD PAYANGAN MENGGUNAKAN METODE CIPP DANIEL STUFFLEBEAM

Penulis

  • Anak Agung Ari Saraswati Universitas Bali Internasional
  • I Nyoman Adikarya Nugraha Universitas Bali Internasional
  • Ni Made Ary Lisnawati Universitas Bali Internasional
  • Anak Ayu Sri Saraswati Universitas Bali Internasional

Kata Kunci:

Single Patient Room, Evaluasi CIPP, Mutu Pelayanan, Rawat Inap, KRIS

Abstrak

Latar Belakang: Kebijakan Single Patient Room (SPR) diterapkan untuk meningkatkan mutu pelayanan, kenyamanan, privasi, serta pencegahan infeksi nosokomial pada pelayanan rawat inap. RSUD Payangan telah menerapkan konsep satu pasien satu kamar sebagai bagian dari kesiapan menuju Kelas Rawat Inap Standar (KRIS). Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penerapan kebijakan Single Patient Room di ruang rawat inap RSUD Payangan menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Metode Penelitian: Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap informan terkait penerapan SPR di RSUD Payangan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SPR di RSUD Payangan telah berjalan cukup baik. Pada aspek context, kebijakan SPR sesuai dengan kebutuhan peningkatan mutu pelayanan, privasi, dan pencegahan infeksi. Pada aspek input, rumah sakit telah didukung regulasi, pendanaan, SDM, serta sarana prasarana yang memadai. Pada aspek process, pelayanan pasien, asuhan keperawatan, serta monitoring dan evaluasi telah berjalan sesuai SOP dan didukung sistem elektronik. Pada aspek product, penerapan SPR meningkatkan kenyamanan, kepuasan pasien, mutu pelayanan, serta mendukung kesiapan implementasi KRIS. Namun, masih terdapat kendala berupa peningkatan beban kerja perawat dan gangguan jaringan internet dalam pelayanan elektronik. Kesimpulan: Penerapan kebijakan Single Patient Room di RSUD Payangan dinilai telah berjalan baik dan mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan yang berorientasi pada keselamatan dan kenyamanan pasien.

Background: The Single Patient Room (SPR) policy was implemented to improve service quality, patient comfort, privacy, and prevention of nosocomial infections in inpatient services. RSUD Payangan has adopted the one-patient-one-room concept as part of its readiness toward Standard Inpatient Class (Kelas Rawat Inap Standar/KRIS). Objective: This study aimed to evaluate the implementation of the Single Patient Room policy in the inpatient ward of RSUD Payangan using the CIPP evaluation model (Context, Input, Process, Product). Methods: This study used a qualitative method with a case study approach. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation involving informants related to the SPR implementation at RSUD Payangan. Results: The results showed that the implementation of SPR at RSUD Payangan has generally been well conducted. In the context aspect, the policy was aligned with the need to improve service quality, privacy, and infection prevention. In the input aspect, the hospital was supported by adequate regulations, funding, human resources, and facilities. In the process aspect, patient services, nursing care, monitoring, and evaluation were implemented according to SOP and supported by electronic systems. In the product aspect, SPR improved patient comfort, satisfaction, service quality, and supported readiness for KRIS implementation. However, challenges remained, including increased nursing workload and internet network disruptions in electronic services. Conclusion: The implementation of the Single Patient Room policy at RSUD Payangan has been considered effective in supporting quality healthcare services oriented toward patient safety and comfort.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-30