PERSEPSI MASYARAKAT PENDATANG SUKU JAWA TERHADAP HADIRNYA IKN DI KALIMATAN TIMUR: STUDI DI JALAN CENDANA, RT.28, TELUK LERONG ULU, KOTA SAMARINDA

Penulis

  • Dimas Khalifah Al- Fatah Universitas Mulawarman
  • Moh Bahzar Universitas Mulawarman
  • Marwiah Marwiah Universitas Mulawarman
  • Endang Herliah Universitas Mulawarman

Kata Kunci:

Persepsi Masyarakat, Masyarakat Pendatang, Suku Jawa, Ibu Kota Nusantara, Ekonomi, Sosial-Budaya

Abstrak

Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat pendatang suku Jawa di Jalan Cendana RT.28, Kelurahan Teluk Lerong Ulu, Kota Samarinda terhadap kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan, serta pengaruh IKN terhadap persepsi tersebut. Fokus penelitian meliputi aspek ekonomi dan sosial-budaya, perubahan persepsi sebelum dan sesudah proyek IKN berjalan, serta pemaknaan identitas budaya masyarakat pendatang suku Jawa. Pada dasarnya, tipe penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, yaitu penelitian yang berupaya memberikan gambaran secara sistematis dan aktual mengenai fenomena sosial yang diteliti. Pendekatan yang digunakan adalah studi kasus, yang memandang objek penelitian sebagai satu kesatuan yang utuh dan terintegrasi. Pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling, yaitu penentuan informan secara sengaja berdasarkan kriteria tertentu, yakni masyarakat pendatang suku Jawa yang menetap di Jalan Cendana RT.28 dan dianggap mampu memberikan informasi yang relevan dengan permasalahan penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dan disajikan dalam bentuk deskripsi pada bagian hasil penelitian dan pembahasan, dengan mengaitkannya pada kajian literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat pendatang suku Jawa terhadap kehadiran IKN cenderung positif dan penuh harapan. Dari aspek ekonomi, IKN dipersepsikan sebagai peluang peningkatan kesejahteraan melalui terbukanya kesempatan kerja dan meningkatnya aktivitas ekonomi. Dari aspek sosial-budaya, masyarakat menunjukkan sikap adaptif dengan tetap mempertahankan nilai budaya Jawa serta menghormati budaya lokal. Selain itu, terdapat perubahan persepsi dari sikap ragu menjadi lebih optimistis seiring berjalannya proyek IKN, meskipun masih disertai kekhawatiran terhadap keberlanjutan manfaat pembangunan.

This study aims to examine the perceptions of Javanese migrant communities living on Cendana Street RT.28, Teluk Lerong Ulu Subdistrict, Samarinda City, toward the establishment of the National Capital (Ibu Kota Nusantara/IKN) in Kalimantan, as well as to analyze the influence of IKN on these perceptions. The focus of the study includes economic and socio-cultural aspects, changes in perceptions before and after the implementation of the IKN project, and the interpretation of cultural identity among Javanese migrant communities. This research employs a qualitative descriptive method, which seeks to provide a systematic and factual description of the social phenomena under investigation. A case study approach is applied to view the research subject as an integrated and comprehensive unit. Informants were selected using purposive sampling, targeting Javanese migrant residents of Cendana Street RT.28 who were considered capable of providing relevant information related to the research objectives. Data were collected through interviews, observations, and documentation, and subsequently analyzed descriptively by relating the findings to relevant theoretical frameworks. The results indicate that the perceptions of Javanese migrant communities toward the presence of IKN tend to be positive and hopeful. From an economic perspective, IKN is perceived as an opportunity to improve welfare through increased employment opportunities and economic activities. From a socio-cultural perspective, the community demonstrates adaptive attitudes by maintaining Javanese cultural values while respecting local cultural traditions. Furthermore, there is a noticeable shift in perception from initial uncertainty to greater optimism as the IKN project progresses, although some concerns remain regarding the sustainability of its long-term benefits.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-30