KELUARGA KRISTIANI SEBAGAI TEMPAT PERTAMA PEMBENTUKAN KARAKTER DAN IMAN: IMPLEMENTASI PKM BERBASIS PARENTING KRISTEN DI KOTA SEMARANG
Kata Kunci:
Keluarga Kristiani, Pembentukan Karakter, Pendidikan Iman, Parenting Kristen, PKM, Kota Semarang, Moderasi Beragama (Penguatan Nilai Sosial).Abstrak
Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam pembentukan karakter dan iman anak. Dalam konteks keluarga Kristiani, pembentukan tersebut berlangsung melalui pendidikan iman di rumah, keteladanan orang tua, penguatan nilai Kristiani dalam kehidupan sehari-hari, serta disiplin yang mendidik. Artikel ini mengintegrasikan studi literatur dengan hasil Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Kota Semarang untuk memperkuat kerangka implementasi pendidikan iman dan karakter melalui parenting Kristen. PkM dilaksanakan pada 22–23 Agustus 2026 dengan pendekatan deskriptif-kualitatif berbasis pelaksanaan program, observasi, dokumentasi, seminar dan diskusi panel, dialog, pelayanan Firman di beberapa gereja, serta kegiatan diakonia berupa penyaluran bantuan sembako. Temuan awal menunjukkan bahwa pendidikan iman dan karakter menjadi lebih efektif ketika nilai yang diajarkan diterjemahkan melalui keteladanan (teaching menuju modeling), diperkuat melalui ekosistem gereja dan komunitas, serta diaktualisasikan melalui tindakan kasih dan tanggung jawab sosial. Moderasi beragama diposisikan sebagai penguatan nilai sosial dalam parenting Kristen, yang diwujudkan melalui kasih, penghormatan terhadap perbedaan, dialog, perdamaian, dan kepedulian. Artikel ini menyimpulkan bahwa model keluarga – gereja - masyarakat dapat menjadi kerangka implementasi berkelanjutan, tetapi evaluasi outcome secara kuantitatif perlu diperkuat pada program lanjutan melalui instrumen pre-test dan post-test serta tindak lanjut terukur.
The family is the first and primary environment in shaping a child's character and faith. In the context of Christian families, this formation takes place through faith education at home, parental role modeling, the strengthening of Christian values in daily life, and educational discipline. This article integrates literature studies with the results of Community Service (Pengabdian kepada Masyarakat / PkM) in Semarang City to strengthen the implementation framework of faith and character education through Christian parenting. The PkM was carried out on August 22–23, 2026, using a descriptive-qualitative approach based on program implementation, observation, documentation, seminars and panel discussions, dialogue, ministry of the Word in several churches, and diaconal activities in the form of distributing basic food assistance. Preliminary findings indicate that faith and character education becomes more effective when taught values are translated through modeling (moving from teaching to modeling), reinforced through the church and community ecosystem, and actualized through acts of love and social responsibility. Religious moderation is positioned as the reinforcement of social values in Christian parenting, manifested through love, respect for differences, dialogue, peace, and care. This article concludes that the family-church-community model can serve as a sustainable implementation framework, but quantitative outcome evaluation needs to be strengthened in future programs through pre-test and post-test instruments as well as measurable follow-up.




