SELF ACCEPTANCE DAN QUALITY OF LIFE KARYAWAN GEN Z BAGIAN PRODUKSI DI PT X SALATIGA
Kata Kunci:
Self Acceptance, Quality Of Life, Karyawan Generasi Z, Lingkungan Kerja Produksi, Kesejahteraan PsikologisAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self acceptance dan quality of life pada karyawan Generasi Z bagian produksi di sebuah perusahaan manufaktur di Salatiga. Generasi Z memiliki karakteristik unik dalam dunia kerja, termasuk ekspektasi tinggi terhadap work-life balance dan kesejahteraan psikologis. Lingkungan kerja produksi yang menuntut dapat memberikan tantangan tersendiri bagi kesejahteraan karyawan muda. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional yang melibatkan 50 karyawan Generasi Z bagian produksi berusia 25-28 tahun dengan pengalaman kerja minimal 6 bulan. Pengumpulan data menggunakan dua instrumen berupa skala Self Acceptance yang disusun berdasarkan teori Ryff dengan 28 item dan skala Quality of Life berdasarkan teori Kerce dengan 24 item. Kedua alat ukur menunjukkan reliabilitas tinggi dengan nilai Cronbach's Alpha masing-masing 0,923 dan 0,918. Data dianalisis menggunakan teknik korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif signifikan antara self acceptance dan quality of life dengan koefisien korelasi r=0,617 dan nilai signifikansi 0,000. Analisis regresi menghasilkan persamaan Y=62,733+0,678X dengan kontribusi self acceptance sebesar 38% terhadap quality of life. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat self acceptance karyawan Generasi Z, semakin tinggi pula quality of life yang mereka rasakan. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah perlunya perusahaan mengembangkan program pengembangan SDM yang mendukung peningkatan self acceptance karyawan melalui pelatihan kesadaran diri, konseling, dan budaya kerja yang inklusif untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan Generasi Z di bagian produksi.
This study aims to examine the relationship between self acceptance and quality of life among Generation Z production employees at a manufacturing company in Salatiga. Generation Z has unique characteristics in the workplace, including high expectations for work-life balance and psychological well-being. The demanding production work environment can pose particular challenges to the well-being of young employees. This research employed a quantitative approach with a correlational design involving 50 Generation Z production employees aged 25-28 years with a minimum of 6 months work experience. Data collection utilized two instruments: a Self Acceptance scale based on Ryff's theory consisting of 28 items and a Quality of Life scale based on Kerce's theory consisting of 24 items. Both instruments demonstrated high reliability with Cronbach's Alpha values of 0.923 and 0.918 respectively. Data were analyzed using Pearson Product Moment correlation technique with SPSS version 26. Results revealed a significant positive relationship between self acceptance and quality of life with a correlation coefficient of r=0.617 and significance value of 0.000. Regression analysis produced the equation Y=62.733+0.678X with self acceptance contributing 38% to quality of life. These findings indicate that the higher the level of self acceptance among Generation Z employees, the higher their quality of life. The practical implication of this research is the need for the company to develop human resource development programs that support the enhancement of employee self acceptance through self-awareness training, counseling, and inclusive work culture to improve the well-being of Generation Z employees in the production department.




