NUSA MAP (NAVIGASI UNGGUL UNTUK SISTEM AKSES MASYARAKAT PULAU) SEBAGAI INOVASI PEMETAAN WILAYAH DALAM MENDUKUNG AKSESIBILITAS DAN PENGEMBANGAN POTENSI MASYARAKAT KEPULAUAN DI DESA SEBONG PEREH
Kata Kunci:
Sistem Informasi Geografis, Pemetaan Wilayah, Aksesibilitas, Masyarakat Kepulauan, Pembangunan PerdesaanAbstrak
Desa Sebong Pereh merupakan desa pesisir di Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan yang memiliki berbagai potensi, seperti wisata pantai, perikanan, pertanian, dan UMKM. Namun, informasi mengenai fasilitas umum, akses jalan, dan lokasi potensi desa masih terbatas dan belum tersedia dalam bentuk peta digital yang mudah diakses oleh masyarakat maupun pengunjung. Melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata, dikembangkan NUSA MAP (Navigasi Unggul untuk Sistem Akses Masyarakat Pulau) sebagai sistem pemetaan berbasis Sistem Informasi Geografis. Kegiatan dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif melalui survei lapangan, pengambilan titik koordinat, pengolahan data menggunakan ArcGIS, penyusunan peta, dan validasi bersama perangkat desa. Selain pemetaan, kegiatan juga dilakukan dengan memperbaiki patung kuda laut, gapura desa, serta memasang plang penanda jalan. Hasil kegiatan berupa Peta Sarana dan Potensi Desa Sebong Pereh dengan skala 1:12.000 yang dilengkapi kode QR untuk memudahkan akses informasi. Hasil observasi menunjukkan bahwa peta membantu masyarakat dan pengunjung dalam menemukan fasilitas dan potensi desa. NUSA MAP juga dapat dikembangkan sebagai basis data spasial yang diperbarui secara berkala untuk mendukung informasi dan perencanaan pembangunan desa.
Sebong Pereh Village is a coastal village in Teluk Sebong District, Bintan Regency, with various potentials, including beaches, fisheries, agriculture, and small and medium enterprises (SMEs). However, information about public facilities, road access, and village potential locations is still limited and has not been available in an accessible digital map for local communities and visitors. Through the Community Service Program (Kuliah Kerja Nyata), NUSA MAP (Navigasi Unggul untuk Sistem Akses Masyarakat Pulau) was developed as a Geographic Information System-based mapping system. The activity used a descriptive qualitative method through field surveys, coordinate data collection, data processing using ArcGIS, map preparation, and validation with village officials. In addition to mapping, the program included the improvement of the seahorse statue and village gate, as well as the installation of road signs. The result was a Sarana dan Potensi Desa Sebong Pereh Map at a scale of 1:12,000, equipped with a QR code for easier access to information. Observations indicated that the map helped residents and visitors locate public facilities and village potential areas more easily. NUSA MAP can also be further developed as a regularly updated spatial database to support village information services and development planning.




