KESULTANAN JAMBI: SEJARAH, BAHASA DAN KEBUDAYAAN MASYARAKAT MELAYU

Penulis

  • Reni Oktia Universitas Jambi
  • Isrina Siregar Universitas Jambi

Kata Kunci:

Bahasa, Kesultanan, Melayu dan Sejarah

Abstrak

Penulisan ini adalah hasil dari penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan atau metode Studi Pustaka, yaitu dengan langkah langkah yang dimulai dengan mengumpulkan sumber yang berisi tentang cangkupan penelitian di mana sudah diperiksa sebelumnya dan terbukti relevan, yang terdiri dari terbitan berkala, buku teks, artikel, jurnal ilmiah dan penelitian relevan lainnya. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Kerajaan Jambi bermula pada seorang pemimpin atau raja yang bernama Sipahit Lidah di mana kala Sipahit Lidah wafat Jambi tidak memiliki pemimpin/raja, hingga muncul seseorang yang bernama Tan Talani bangsa Hindu yang mana menurut kepada raja Mataram, menetap pada Ujung Jabung serta dijadikan raja yang memimpin Ujung Jabung, kemudian beliau menciptakan Berhala. Pulau tersebut diberikan nama Pulau Berhala yang berada di Tanah Putusan Tanjung Jabung. Bahasa melayu Jambi sudah dipergunakan untuk instrumen berkomunikasi baik itu dengan lisan ataupun dengan tulisan. Bahasa dari melayu tersebut dalam penggunaannya diimplementasikan untuk tingkatan masyarakat, budaya setempat, tingkat kelas sosial serta adat istiadat.

This writing aims to understand the Jambi Sultanate starting from the history, culture and language of the Malay people. This writing is the result of qualitative research using a literature study approach or method, namely with steps that begin by collecting sources containing the scope of the research which have been previously examined and proven to be relevant, consisting of periodicals, textbooks, articles, journals. scientific and other relevant research. The results of this research show that the Jambi Kingdom began with a leader or king named Sipahit Lidah where when Sipahit Lidah died Jambi had no leader/king, until a person named Tan Talani emerged from the Hindu nation who, according to the king of Mataram, settled in Ujung Jabung and became the king who led Ujung Jabung, then he created the idol. The island was given the name Berhala Island which is located in Tanjung Jabung Decision Land. Jambi Malay has been used as an instrument of communication, both verbally and in writing. In its use, the Malay language is implemented at the community level, local culture, social class level and customs.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-22