DARI ERA JAZZ HINGGA POP DIGITAL: TINJAUAN HISTORIS SELEBRITI MUSIK SEBAGAI AGEN PERUBAHAN TREN MAKE UP GLOBAL
Kata Kunci:
Kpop, Komodifikasi, Musik Populer, Kosmetik, Fluiditas Gender, Glam Rock, New WaveAbstrak
Studi ini mempelajari bagaimana selebriti musik berperan sebagai tokoh budaya penting dalam dinamika transformasi budaya. Khususnya, studi ini mempelajari bagaimana tren kosmetik dalam musik populer berubah dari era glam rock hingga era digital. Kosmetik dipandang sebagai alat estetika dan medium performatif yang menantang norma kecantikan yang dominan dan konstruksi gender biner. Bagaimana kosmetik berfungsi sebagai media ekspresi identitas dan objek komodifikasi dalam musik populer dipelajari dalam penelitian ini, yang melibatkan metodologi historis komparatif dan analisis deskriptif kualitatif. Aspek teaterikalitas, ambiguitas, dan eksplorasi visual yang menonjolkan estetika androgini menandai era glam rock. Dalam periode yang sama, gerakan new wave dan post-punk memasukkan elemen gotik, kritik sosial, dan estetika camp dalam interpretasi kosmetik, menunjukkan penolakan terhadap norma budaya konvensional. Dengan munculnya era komputer dan internet, praktik gender yang fleksibel semakin menonjol di media sosial, yang memudahkan penggambaran identitas non-biner dan transgender. Pergeseran dari MTV ke TikTok meningkatkan standar estetika global, yang berdampak pada industri kreatif di seluruh dunia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kosmetik memiliki sifat ambigu: mereka membantu ekspresi identitas gender yang tidak konvensional dan meningkatkan visibilitas politik estetika, tetapi mereka juga rentan terhadap komodifikasi oleh industri kecantikan, yang memanfaatkan tren budaya yang berkembang. Akibatnya, untuk meningkatkan pemahaman kita tentang dimensi politik estetika dalam musik populer global, penelitian interdisipliner yang menggabungkan analisis digital, studi budaya, dan pengalaman orang non-biner dan transgender sangat penting.
ABSTRACT
This study identifies music celebrities as pivotal figures in cultural transformation and examines the progression of cosmetic trends in popular music from the glam rock period to the digital era. The research indicates that cosmetics functions as a tool for contesting binary gender stereotypes and prevailing beauty standards. This is accomplished by employing qualitative descriptive methodologies and a comparative historical approach. New wave and post-punk amalgamated social critique with camp and gothic aesthetics, whereas glam rock accentuated theatricality and ambiguity. In contemporary society, gender fluid practices have been popularized via social media platforms. The elevation of global standards in popular music aesthetics has permeated the creative sectors, while the transition from MTV to TikTok has expedited the velocity of trends. This study reveals that cosmetics serves as an ambivalent performative tool, it facilitates the presentation of non-conforming gender identities while simultaneously being susceptible to commodification by the beauty industry. Enhancing comprehension of the political dimensions of aesthetics in global popular culture necessitates multidisciplinary research, digital analysis, and an examination of the experiences onon binary and transgender individuals.