ANALISIS KESALAHAN SISWA KELAS VII SMP DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA PECAHAN CAMPURAN BERDASARKAN TEORI NEWMAN
Kata Kunci:
Pecahan Campuran, Kesalahan Siswa, Prosedur Newman, Soal Cerita, Operasi PecahanAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis-jenis kesalahan yang dilakukan siswa kelas VII SMP dalam menyelesaikan soal cerita pecahan campuran berdasarkan teori Newman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang melibatkan 32 siswa pada salah satu SMP negeri di kota Bandung. Instrumen penelitian ini terdiri atas tes tertulis berupa empat soal cerita pecahan campuran dan pedoman analisis kesalahan Newman. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ditemukan kesalahan membaca pada seluruh siswa. Kesalahan memahami muncul sebanyak 30,5%, kesalahan transformasi sebesar 20,34%, kesalahan keterampilan proses sebesar 44,07%, dan kesalahan jawaban akhir sebesar 5,08%. Kesalahan keterampilan proses menjadi kesalahan yang paling dominan, ditandai dengan banyaknya siswa yang salah dalam mengubah bentuk pecahan campuran maupun melakukan prosedur operasi hitung. Sementara itu, kesalahan memahami dan transformasi menunjukkan bahwa sebagian siswa masih mengalami kesulitan dalam menangkap maksud soal dan menentukan operasi yang sesuai dengan konteks. Temuan ini menunjukkan bahwa siswa masih membutuhkan penguatan pada pemahaman konsep pecahan campuran, pembiasaan mengerjakan soal cerita, serta latihan sistematis dalam prosedur operasi hitung.
This study aims to analyze the types of errors made by seventh-grade junior high school students in solving mixed fraction word problems based on Newman's theory. This study uses a descriptive qualitative approach involving 32 students at a public junior high school in the city of Bandung. The research instruments consisted of a written test in the form of four mixed fraction word problems and Newman's error analysis guidelines. The data were analyzed through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that no reading errors were found in any of the students. Comprehension errors occurred in 30.5% of cases, transformation errors in 20.34% of cases, process skill errors in 44.07% of cases, and final answer errors in 5.08% of cases. Process skill errors were the most dominant errors, marked by the large number of students who made mistakes in converting mixed fractions and performing arithmetic operations. Meanwhile, comprehension and transformation errors showed that some students still had difficulty understanding the meaning of the questions and determining the appropriate operations for the context. These findings indicate that students still need reinforcement in understanding mixed fraction concepts, practicing story problems, and systematic training in calculation procedures.


